alexametrics
26.3 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Target Investasi Kab Pasuruan 2021 Hanya Naik 9 Persen

BANGIL, Radar Bromo – Pandemi yang belum berlalu membuat Pemkab Pasuruan tak berani menaikkan target investasi terlalu tinggi tahun 2021 ini. Adanya pandemi disebut-sebut menjadi faktor bagi investor untuk berpikir dua kali sebelum menanamkan modalnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Pasuruan Eddy Supriyanto mengatakan, iklim investasi di Kabupaten Pasuruan memang tak sebagus saat wabah korona belum melanda. Seperti pada 2019 lalu. Lebih dari 200 persen target investasi mampu diraih.

Dari target sebesar Rp 9 triliun, realisasinya menembus Rp 18,9 triliun. “Dampak wabah Covid-19 memang besar terhadap sektor pemodal yang berinvestasi di Kabupaten Pasuruan,” kata Eddy.

Meski begitu, pihaknya tak mau menyerah pada keadaan. Ia meyakinkan bakal berusaha untuk menggenjot investasi di Kabupaten Pasuruan.”Walau tak mudah, kami akan berusaha untuk menjadikan perolehan investasi tetap bisa naik,” sampainya.

Ia membidik setidaknya ada kenaikan sekitar 9 persen atau hampir Rp 1 triliun perolehan investasi pada 2021 dibanding 2020. Sebelumnya, target pada 2020 mencapai Rp 9,6 triliun.

“Target 2020 kemarin, senilai Rp 9,6 triliun. Kami mampu kejar dan bahkan realisasinya sedikit di atas target. Hal ini membuat kami masih optimistis jika investasi di Kabupaten Pasuruan bisa tumbuh pada 2021,” ungkap dia.

Berbagai upaya akan dilakukan. Kemudahan perizinan dan peningkatan pelayanan akan direalisasikan untuk menarik investor berdatangan. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Pandemi yang belum berlalu membuat Pemkab Pasuruan tak berani menaikkan target investasi terlalu tinggi tahun 2021 ini. Adanya pandemi disebut-sebut menjadi faktor bagi investor untuk berpikir dua kali sebelum menanamkan modalnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Pasuruan Eddy Supriyanto mengatakan, iklim investasi di Kabupaten Pasuruan memang tak sebagus saat wabah korona belum melanda. Seperti pada 2019 lalu. Lebih dari 200 persen target investasi mampu diraih.

Dari target sebesar Rp 9 triliun, realisasinya menembus Rp 18,9 triliun. “Dampak wabah Covid-19 memang besar terhadap sektor pemodal yang berinvestasi di Kabupaten Pasuruan,” kata Eddy.

Meski begitu, pihaknya tak mau menyerah pada keadaan. Ia meyakinkan bakal berusaha untuk menggenjot investasi di Kabupaten Pasuruan.”Walau tak mudah, kami akan berusaha untuk menjadikan perolehan investasi tetap bisa naik,” sampainya.

Ia membidik setidaknya ada kenaikan sekitar 9 persen atau hampir Rp 1 triliun perolehan investasi pada 2021 dibanding 2020. Sebelumnya, target pada 2020 mencapai Rp 9,6 triliun.

“Target 2020 kemarin, senilai Rp 9,6 triliun. Kami mampu kejar dan bahkan realisasinya sedikit di atas target. Hal ini membuat kami masih optimistis jika investasi di Kabupaten Pasuruan bisa tumbuh pada 2021,” ungkap dia.

Berbagai upaya akan dilakukan. Kemudahan perizinan dan peningkatan pelayanan akan direalisasikan untuk menarik investor berdatangan. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/