Realisasi Retribusi Metrologi di Kab Pasuruan Turun Tipis

BANGIL, Radar Bromo – Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) juga mempengaruhi kegiatan tera ulang atau metrologi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan. Hal itu terlihat dari realisasi retribusi yang turun tipis di semester pertama tahun ini.

Plt Kepala Bidang Metrologi pada Disperindag Kabupaten Pasuruan Emik Irianah mengatakan, di semester awal retribusi metrologi mencapai Rp 233,144 juta. Angka itu mencapai 52 persen dari target Rp 450 juta.

“Untuk realiasi sejatinya masih tetap bagus. Namun, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ada sedikit penurunan. Jika tahun lalu semester pertama bisa mencapai Rp 241 juta, tahun ini hanya Rp 233 juta,” terangnya.

Emik mengatakan, penurunan retribusi ini lantaran kondisi pandemi korona yang membuat kegiatan tera ulang jemput bola atau sidak ke pasar daerah atau pasar desa sementara tidak bisa dilakukan. Sehingga, kegiatan tera ulang di pasar-pasar tradisional masih vakum dilakukan.

Sementara penerimaan retribusi untuk tera ulang di perusahaan, jembatan timbang, SPBU, dan yang datang ke Kantor Metrologi masih bisa dilakukan. Namun, memang terbatas dan tidak seaktif dulu.

Termasuk dari Metrologi Pusat juga memberikan keringanan terhadap alat pengukuran yang masa habis pada Maret lalu. Bisa mengajukan sampai 30 November mendatang.

”Sehingga, mungkin ada yang menunda tera ulang. Tera ulang wajib diperbarui setahun sekali. Lantaran masa pandemi kemarin, bagi alat ukur yang habis Maret bisa ada keringanan mengajukan tera ulang sampai November mendatang,” terangnya.

Dengan kondisi yang masih pandemi korona ini, Metrologi Kabupaten Pasuruan merencanakan untuk menggenjot tera ulang ke pasar tradisional pada semester kedua. (eka/mie)