alexametrics
29C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Tunda Rencana Transformasi Puskesmas di Kab Pasuruan Jadi BLUD

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

BANGIL, Radar Bromo – Rencana menjadikan semua puskesmas di Kabupaten Pasuruan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tahun ini, gagal direalisasikan. Selain terkendala tenaga accounting, konsentrasi dalam penanganan Covid-19 menjadi faktornya.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan Ugik Setyo Darmoko menyampaikan, pengelolaan keuangan di setiap puskesmas masih berinduk pada Dinkes setempat.

Hal ini berpengaruh pada fleksibilitas dalam melakukan pembelanjaan. Berbeda jika status BLUD itu disandang. Pihak puskesmas bisa lebih leluasa dalam pengelolaan keuangan. Sehingga, pembelanjaan barang pun bisa lebih leluasa sesuai kebutuhan. “Hal inilah yang membuat kami merencanakan setiap puskesmas agar menjadi BLUD,” sampainya.

Awalnya, dua puskesmas dari 33 puskesmas di Kabupaten Pasuruan dibidik agar bisa menjadi pilot project BLUD. Selain Lumbang, ada Puskesmas Lekok.

Pertimbangannya, karena Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) di dua puskesmas itu terbilang tinggi. Rencana itu digadang-gadang bisa terealisasi tahun ini.

Namun hal itu gagal direalisasikan. Selain faktor tenaga akuntansi yang belum dimiliki, pandemi Covid-19 juga menjadi penyebab. “Kami saat ini terkonsentrasi untuk penanganan Covid-19. Sehingga, upaya untuk menjadikan puskesmas di Kabupaten Pasuruan sebagai BLUD, harus ditunda,” ujarnya. (one/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

BANGIL, Radar Bromo – Rencana menjadikan semua puskesmas di Kabupaten Pasuruan menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tahun ini, gagal direalisasikan. Selain terkendala tenaga accounting, konsentrasi dalam penanganan Covid-19 menjadi faktornya.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan Ugik Setyo Darmoko menyampaikan, pengelolaan keuangan di setiap puskesmas masih berinduk pada Dinkes setempat.

Hal ini berpengaruh pada fleksibilitas dalam melakukan pembelanjaan. Berbeda jika status BLUD itu disandang. Pihak puskesmas bisa lebih leluasa dalam pengelolaan keuangan. Sehingga, pembelanjaan barang pun bisa lebih leluasa sesuai kebutuhan. “Hal inilah yang membuat kami merencanakan setiap puskesmas agar menjadi BLUD,” sampainya.

Mobile_AP_Half Page

Awalnya, dua puskesmas dari 33 puskesmas di Kabupaten Pasuruan dibidik agar bisa menjadi pilot project BLUD. Selain Lumbang, ada Puskesmas Lekok.

Pertimbangannya, karena Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) di dua puskesmas itu terbilang tinggi. Rencana itu digadang-gadang bisa terealisasi tahun ini.

Namun hal itu gagal direalisasikan. Selain faktor tenaga akuntansi yang belum dimiliki, pandemi Covid-19 juga menjadi penyebab. “Kami saat ini terkonsentrasi untuk penanganan Covid-19. Sehingga, upaya untuk menjadikan puskesmas di Kabupaten Pasuruan sebagai BLUD, harus ditunda,” ujarnya. (one/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2