alexametrics
29 C
Probolinggo
Wednesday, 25 November 2020

Sebulan Temukan 28 Kasus DBD di Kab Pasuruan

BANGIL, Radar Bromo – Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap ancaman DBD. Karena di musim hujan, serangan nyamuk aedes aegypti semakin besar.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Pasuruan Agus Eko Iswahyudi mengatakan, musim hujan memang rentan terhadap berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti.

Munculnya genangan air, berisiko besar membuat nyamuk penyebar DBD ini bertumbuhan. “Sosialisasi terus kami lakukan. Supaya masyarakat lebih peka untuk menjaga lingkungan sekitarnya,” jelas Agus –sapaan akrabnya-.

Agus menambahkan, pertumbuhan nyamuk aedes aegypti bisa diminimalisasi dengan menjaga lingkungan bersih. Khususnya, tempat yang menjadi sumber berkembang biaknya nyamuk DBD ini.

“Karena itulah, kami galakkan gerakan masyarakat sadar lingkungan. Supaya, bisa meminimalisasi ancaman DBD. Pembersihan tempat-tempat yang menjadi nyamuk bersarang, terus kami sosialisasikan,” sambungnya.

Sejauh ini, kasus DBD memang bermunculan selama musim hujan. Meski jumlahnya relatif menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun 2018 misalnya. Ada sebanyak 191 kasus DBD. Dengan kasus kematian sebanyak empat orang. Angka tersebut menurun pada 2019. Saat itu, ada 190 kasus DBD dengan kematian dua orang. Sedangkan Januari 2020 ini, ada sembilan kasus.

“Jumlahnya menyusut. Bahkan, untuk korban meninggal karena DBD untuk tahun 2020 tidak ada laporan. Berbeda dengan Januari 2019 yang mencapai 28 kasus dengan kematian satu orang,” imbuhnya.

Turunnya kasus DBD itu disebutkan, tak lepas dari program-program yang dijalankan. Tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan juga mempengeruhi. “Banyak program yang kami lakukan. Termasuk pembentukan kader-kader juru pengamat jentik atau jumantik. Hasilnya, kasus DBD bisa ditekan,” ulasnya.

Walau demikian, masyarakat diimbaunya tetap waspada. Khususnya saat musim hujan seperti sekarang. Risiko penyebaran DBD semakin meningkat dibandingkan kemarau. (one/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Harbokir Kembali Hadir di 3 Dekade JNE

Harbokir atau Hari Bebas Ongkos Kirim yang tiap tahun dirayakan dalam rangka perayaan hari ulang tahun JNE, siap dinikmati kembali oleh seluruh pelanggan setia.

Kerap Sepi, Dewan Soroti Penataan Pasar Poncol

Dewan menilai aset pemkot ini tidak berjalan maksimal. Akibatnya, banyak los yang ditinggal oleh pedagang.

Hentikan Pengiriman Air Bersih di Kab Pasuruan 28 November

Sesuai SK kedaruratan bencana, prediksi pengiriman air bersih akan dihentikan akhir bulan ini.

Kena Tol Paspro, Delapan Makam di Banjarsawah Tegalsiwalan Dipindah

Rukun Kepaten Dusun Krajan, Desa Banjarsawah, memindahkan kuburan itu ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Krajan.

Mulai Ekskavasi Goa Jepang di Gempol, Libatkan BPCB-Arkeolog

Proses ekskavasi Goa Jepang di Desa Watukosek, Kecamatan Gempol mulai dilakukan.