alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Jumlah RTLH Dibedah di Kab Pasuruan dari DAK Turun

BANGIL, Radar Bromo – Jumlah Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Pasuruan yang direhab dengan anggaran pusat tahun 2021 ini tak akan sebanyak tahun 2020.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto mengatakan, ribuan rumah di Kabupaten Pasuruan masuk kategori tak layak huni. Upaya untuk menangani rumah-rumah tak layak itu, terus dilakukan.

Tidak hanya oleh pemkab, tetapi juga pemerintah pusat. Tahun 2020 ini misalnya. Ada sebanyak 210 unit RTLH yang ditangani pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat, mencapai Rp 3,6 miliar.

Jumlah tersebut, diproyeksikan menurun tahun 2021. Wabah korona yang masih melanda, menjadi salah satu faktornya. Ditambah, ada kenaikan nominal bagi setiap rumah yang akan dibedah.

“Nilai bantuan setiap unitnya, bertambah. Dari yang semula Rp 17,5 juta per unit, menjadi Rp 20 juta per unitnya. Ini yang juga mempengaruhi penurunan kuantitas rumah yang akan dibedah,” jelas dia.

Menurut Hari, anggaran kurang lebih Rp 2,9 miliar dialokasikan pusat tahun depan. Dana itu, diperuntukkan dalam menangani setidaknya 145 unit RTLH melalui DAK.

Dengan tambahan rehab RTLH itu, diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat. “Jumlah RTLH di Kabupaten Pasuruan, tentunya bisa berkurang,” bebernya. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Jumlah Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Pasuruan yang direhab dengan anggaran pusat tahun 2021 ini tak akan sebanyak tahun 2020.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto mengatakan, ribuan rumah di Kabupaten Pasuruan masuk kategori tak layak huni. Upaya untuk menangani rumah-rumah tak layak itu, terus dilakukan.

Tidak hanya oleh pemkab, tetapi juga pemerintah pusat. Tahun 2020 ini misalnya. Ada sebanyak 210 unit RTLH yang ditangani pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat, mencapai Rp 3,6 miliar.

Jumlah tersebut, diproyeksikan menurun tahun 2021. Wabah korona yang masih melanda, menjadi salah satu faktornya. Ditambah, ada kenaikan nominal bagi setiap rumah yang akan dibedah.

“Nilai bantuan setiap unitnya, bertambah. Dari yang semula Rp 17,5 juta per unit, menjadi Rp 20 juta per unitnya. Ini yang juga mempengaruhi penurunan kuantitas rumah yang akan dibedah,” jelas dia.

Menurut Hari, anggaran kurang lebih Rp 2,9 miliar dialokasikan pusat tahun depan. Dana itu, diperuntukkan dalam menangani setidaknya 145 unit RTLH melalui DAK.

Dengan tambahan rehab RTLH itu, diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat. “Jumlah RTLH di Kabupaten Pasuruan, tentunya bisa berkurang,” bebernya. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/