alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Insentif Guru MI-MTs Kab Pasuruan Tak Naik, Rp 50 Ribu Per Bulan

BANGIL, Radar Bromo – Ribuan guru madrasah di Kabupaten Pasuruan harus sedikit bersabar. Sebab, rencana kenaikan insentif yang diusulkan sejak tahun 2020, belum bisa terealisasi hingga 2021.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Heri Mulyono mengatakan, insentif untuk guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), tak mengalami kenaikan. Nilainya sama Rp 50 ribu per bulan.

Rencana kenaikan pada 2020, tak bisa terlaksana. Kondisi serupa juga terjadi pada 2021. Pengalokasian anggaran untuk penanganan wabah korona menjadi faktornya.

“Kami memang ingin kesejahteraan guru MI dan MTs meningkat. Yakni dengan kenaikan insentif. Tapi, hal itu belum bisa terlaksana pada 2021,” terang Heri Mulyono.

Ia menjelaskan, anggaran yang harus dikeluarkan pemkab, terbilang besar jika ada kenaikan. Saat ini saja dengan insentif Rp 50 ribu per guru madrasah, pemkab harus mengeluarkan dana miliaran rupiah.

Hal itu dikarenakan banyaknya jumlah guru madrasah yang mendapatkan insentif. Untuk guru MI misalnya, ada 2.382 orang. Sementara untuk guru MTs, mencapai 2.379 orang. Sehingga totalnya, ada 4.761 guru.

Dengan jumlah itu, Pemkab saat ini mengalokasikan anggaran hingga Rp 2,8 miliar setahunnya. Alokasi anggaran yang sama antara tahun 2020 dan 2021. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Ribuan guru madrasah di Kabupaten Pasuruan harus sedikit bersabar. Sebab, rencana kenaikan insentif yang diusulkan sejak tahun 2020, belum bisa terealisasi hingga 2021.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Heri Mulyono mengatakan, insentif untuk guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), tak mengalami kenaikan. Nilainya sama Rp 50 ribu per bulan.

Rencana kenaikan pada 2020, tak bisa terlaksana. Kondisi serupa juga terjadi pada 2021. Pengalokasian anggaran untuk penanganan wabah korona menjadi faktornya.

“Kami memang ingin kesejahteraan guru MI dan MTs meningkat. Yakni dengan kenaikan insentif. Tapi, hal itu belum bisa terlaksana pada 2021,” terang Heri Mulyono.

Ia menjelaskan, anggaran yang harus dikeluarkan pemkab, terbilang besar jika ada kenaikan. Saat ini saja dengan insentif Rp 50 ribu per guru madrasah, pemkab harus mengeluarkan dana miliaran rupiah.

Hal itu dikarenakan banyaknya jumlah guru madrasah yang mendapatkan insentif. Untuk guru MI misalnya, ada 2.382 orang. Sementara untuk guru MTs, mencapai 2.379 orang. Sehingga totalnya, ada 4.761 guru.

Dengan jumlah itu, Pemkab saat ini mengalokasikan anggaran hingga Rp 2,8 miliar setahunnya. Alokasi anggaran yang sama antara tahun 2020 dan 2021. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/