Assalamu’alaikum WR. WB
Bekerja menjadi guide di tempat wisata, seperti di pantai, kita tidak bisa menghindari orang-orang atau wisatawan yang berpakaian mini. Sebaiknya apa yang kita lakukan agar puasa tetap dapat pahala dengan tetap tidak meninggalkan pekerjaan yang menjadi sumber rezeki?
SUJONO, Tongas
Wassalamu’alaikum WR. WB
SELAMA kita masih bisa berjuang menjaga mata untuk berpaling dan tidak melihat hal-hal yang dilarang agama saat bekerja, maka boleh-boleh saja menjalani profesi sebagai guide.
Tapi, jika sekiranya dipastikan tidak bisa menghindar dari melihat yang jelas-jelas haram dalam agama kita, maka sebaiknya kita beralih mencari sumber rezeki yang lain dulu, yang sekiranya bisa memperbaiki kualitas ibadah puasa.
Yakin dan percayalah, bahwa Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang berusaha berubah menjadi lebih baik. Apalagi dalam hadis Rasulullah SAW menegaskan bahwa; Ramadan itu adalah syahrun yuzadu fiihi rizqul mukmin (Ramadan itu adalah bulan yang di dalamnya ditambah rezeki seorang mukmin).
Diriwayatkan dari sebagian orang saleh di Hadramut, selama satu tahun mereka menyisihkan hasil kerjanya untuk ditabung, dan jika hendak masuk Ramadan, mereka mencatat semua biaya kebutuhan rumah tangganya selama satu bulan penuh sampai hari raya. Lalu dia serahkan semuanya kepada istri dan keluarganya agar selama Ramadan bisa konsentrasi beribadah. Tidak terganggu dengan pekerjaan. Apalagi dari yang diharamkan.
Karena itu, tidak heran jika kebanyakan mereka ketika Ramadan dan belum Ramadan berlalu, rata-rata mereka sudah kasyaf dan mencapai tingkatan maqom tertentu berkat ibadah di bulan istimewa. (*)
Editor : Ronald Fernando