Inilah Bina Juang FC, Tim Sepak Bola Putri asal Pasuruan yang Bersiap Kompetisi Liga Pertiwi

Fandi Armanto • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 07:54 WIB
REBUT: Pemain Bina Juang FC saat memperkuat Persekabpas Women (jersey oranye) dan Pasuruan United Women di laga eksebisi sebelum final Pasuruan Superleague Bupati Cup 2026, Selasa (29/9) lalu. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
REBUT: Pemain Bina Juang FC saat memperkuat Persekabpas Women (jersey oranye) dan Pasuruan United Women di laga eksebisi sebelum final Pasuruan Superleague Bupati Cup 2026, Selasa (29/9) lalu. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo - Publik di Pasuruan mayoritas hanya mengenal klub Persekabpas ataupun Pasuruan United yang di musim ini akan berlaga di Liga Nusantara. 

Tapi sepak bola wanita di Pasuruan sebenarnya perlu tahu Bina Juang FC. Sebuah klub sepak bola putri atau wanita yang dalam waktu dekat akan menghadapi kompetisi Liga Pertiwi U-15 dan U-18 musim 2026.

Walau baru terbentuk, klub ini sudah rutin berlatih maupun mengikuti turnamen. Pemainnya rata-rata masih berusia remaja bahkan kebanyakan berstatus siswi sekolah. Mereka sedang bersiap dan rutin berlatih karena kompetisi Liga Pertiwi rencananya dihelat akhir Oktober mendatang.

Bina Juang FC, kini tengah mematangkan persiapan intensif di tempat pemusatan latihan mereka. “Kami latihan berpindah lokasi. Terkadang di Lapangan Winongan dan di Lapangan yang ada di Grati,” beber Febrian Eko Surdiyantoro, pelatih sekaligus Pembina Bina Juang FC.

Boleh dibilang, mereka baru pertama kali mengikuti Liga Pertiwi. Sebuah liga yang merupakan bagian dari struktur pembinaan berjenjang untuk membangun ekosistem sepak bola putri nasional menuju pentas profesional dan memperkuat timnas wanita (Garuda Pertiwi).

Menjelang liga bergulir, semua pemain diwajibkan untuk mengikuti latihan tiga kali dalam sepekan. Sebab jalannya Liga Pertiwi akan menyedot waktu panjang karena sampai 8 bulan lamanya bahkan bisa lebih.

Beruntungnya, kata Febrian, banyak talenta pemain yang dimiliki Pasuruan. Sehingga saat proses seleksi yang dilakukan beberapa bulan lalu, tanpa menemui kendala.

“Karena rata-rata pemain yang sudah terbentuk di tim, adalah siswa,” beber Febri, panggilan akrab Febrian.

Meski masih baru, Bina Juang FC tak bisa diremehkan. Sebab pemain-pemain yang sudah ada, merupakan pilihan dan hasil seleksi ketat. Karena mereka juga diproyeksikan bisa menjadi bagian dari tim Porprov Kabupaten Pasuruan di cabang olahraga sepak bola putri.

Selain latihan, Selasa (29/9) lalu atau tepatnya di ajang Pasuruan Superleague Bupati Cup 2026, pemain di Bina Juang FC ikut tampil di laga eksebisi. Mereka terbagi menjadi dua tim yakni Persekabpas Women dan Pasuruan United Women.

Dalam laga tersebut, skor akhir berkesudahan 1-2 untuk Pasuruan United Women. Namun para penonton di Lapangan Plumbon, saat itu dibuat terkesima dengan penampilan pemain sepak bola wanita ini. Banyak yang tidak menyangka bahwa Pasuruan memiliki potensi pemain sepak bola perempuan.

Secara aturan, sepak bola wanita tak ubahnya sepak bola kaum Adam. Bedanya hanya di penampilan. Karena ada yang mengenakan hijab, maka saat pertandingan, hijab pun dikenakan. “Kalau untuk perlengkapan lainnya, sama persis,” beber Febri.

Menariknya, selama berlaga, mereka didukung oleh orangtuanya. “Tak sedikit yang memberikan support dengan datang dan mendampingi langsung, saat mereka bertanding maupun berlatih,” beber Febri lagi.

Selama latihan juga tak ada kendala. Walau mereka berasal dari berbagai sekolah, para pemain selalu datang tepat waktu. “Latihan biasanya digeber setelah jam sekolah hingga menjelang maghrib. Apalagi mendekati Liga Pertiwi, latihan terkadang digelar mulai siang,” beber Febri.

Bagaimana dengan pemain? Mirza, salah satu pemain dari Bina Juang FC mengaku sangat antusias bergabung. Selain didukung orangtuanya, dia yakin sepak bola wanita saat ini makin popular. “Saya ingin mencari prestasi dan dari sepak bola ini bisa kami raih,” beber siswi SMAN 1 Grati tersebut.

Sementara itu, Agus Masjhady Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan mengatakan, adanya tim sepak bola wanita ini menandakan bahwa sepak bola berasal dari banyak kalangan dan tidak melihat gender. Diapun mengeparesasi itu karena pemain-pemain tersebut sudah menyalurkan hobinya dan bisa menjadi profesi yang ditekuni.

“Ke depan tentu kami proyeksikan bisa masuk ke Porprov 2027 karena selama ini Kabupaten Pasuruan belum pernah mengikutkan sepak bola putri di ajang resmi selevel Porprov,” beber Agus Masjhady. (fun)

Editor : Abdul Wahid
liga pertiwi persekabpas sepak bola