PROBOLINGGO, Radar Bromo–Partai final Bahlil Mini Soccer Zona 9 Probolinggo-Pasuruan berlangsung sengit di Lapangan Probolinggo Mini Soccer, Selasa (29/9) malam. Tersaji laga derby Kota Pasuruan antara SMAN 4 dan SMAN 2. Keduanya tampil agresif sejak awal laga demi mengamankan gelar juara.
Laga berlangsung dalam tempo tinggi. Kedua tim saling beradu skill, kecepatan, serta strategi untuk membongkar pertahanan lawan. Pada akhirnya, SMAN 4 Kota Pasuruan tampil sebagai juara setelah menaklukkan SMAN 2 Kota Pasuruan dengan skor 4-1.
Sebelum dimulai, kedua tim menunjukkan sportivitas dengan berjabat tangan. Para pemain kemudian melakukan doa bersama sesuai keyakinan masing-masing sebelum memasuki lapangan dan memulai laga final.
Ketua Harian DPD Partai Golkar Jatim, Adi Wibowo mengapresiasi penampilan seluruh tim yang telah berlaga selama dua hari penyelenggaraan Bahlil Mini Soccer Zona 9 Probolinggo-Pasuruan.
Menurutnya, turnamen tersebut tidak semata-mata menjadi panggung bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan di lapangan. Ajang itu juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun sportivitas, serta mendorong kolaborasi antarpelajar.
"Semoga ajang ini memberikan kebahagiaan bagi semua dan bisa dirutinkan tiap tahun. Nantinya juara dari Zona 9 akan masuk ke putaran Jatim," katanya.
Jalannya laga. SMAN 4 langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Tekanan yang dibangun membuahkan hasil pada menit kedelapan. M Fahril, pemain bernomor punggung 8 berhasil melepaskan tendangan yang bersarang di gawang SMAN 2.
Belum berhenti menekan, SMAN 4 kembali mencetak gol pada menit ke-19 melalui pemain bernomor punggung 7. Keunggulan 2-0 membuat SMAN 4 semakin percaya diri mengendalikan jalannya pertandingan. SMAN 4 masih memimpin 2-0 hingga peluit panjang babak pertama dibunyikan.
Memasuki babak kedua, kedua tim kembali tampil agresif. Waktu turun minum dimanfaatkan untuk mengevaluasi permainan dan menyusun strategi baru. Namun, SMAN 4 tetap mampu mempertahankan intensitas serangan. Tekanan kembali menghasilkan gol pada menit ke-16. Pemain bernomor punggung 13 dari SMAN 4 berhasil menambah keunggulan menjadi 3-0.
Tertinggal tiga gol, SMAN 2 tidak menyerah. Mereka terus mencoba memangkas jarak melalui sejumlah serangan ke pertahanan SMAN 4.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-26. Pemain bernomor punggung 14 berhasil mencetak gol dan mengubah kedudukan menjadi 3-1.
SMAN 2 terus berupaya memperkecil ketertinggalan. Namun, momentum tersebut belum cukup untuk membalikkan keadaan. SMAN 4 kembali meningkatkan tekanan menjelang pertandingan berakhir.
Sejumlah duel perebutan bola terjadi di lapangan. Intensitas pertandingan juga membuat wasit beberapa kali mengeluarkan kartu kuning untuk pemain dari kedua tim.
Pada menit-menit akhir, SMAN 4 akhirnya memastikan kemenangan. Pemain bernomor punggung 8 kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menggenapkan keunggulan menjadi 4-1.
Skor tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir. “SMAN 4 Kota Pasuruan keluar sebagai juara Bahlil Mini Soccer Zona 9 Probolinggo-Pasuruan dan berhak melanjutkan kiprahnya ke putaran tingkat Jawa Timur,” beber Ainul Mashudi, ketua panitia Bahlil Mini Soccer Zona 9.
Ainul Mashudi mengatakan, SMAN 4 Kota Pasuruan berhak keluar sebagai kampiun setelah tampil konsisten hingga pertandingan terakhir. Sementara, SMA Negeri 4 Kota Probolinggo menempati posisi ketiga. Sedangkan peringkat keempat atau harapan satu diraih SMA Negeri 2 Kota Probolinggo.
Selain membawa pulang trofi juara, para pemain terbaik juga mendapatkan apresiasi berupa hadiah uang tunai. SMA Negeri 4 Kota Pasuruan sebagai juara pertama memperoleh hadiah Rp 4 juta. Nilai tersebut ditambah bonus Rp 4 juta dari Rumah Aspirasi Misbakhun. Hadiah juara pertama diserahkan langsung Ketua Harian DPD Golkar Jawa Timur sekaligus Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo.
Juara kedua, SMA Negeri 2 Kota Pasuruan, mendapatkan hadiah Rp 3 juta ditambah bonus Rp 3 juta dari Rumah Aspirasi Misbakhun. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Ketua DPD Golkar Kota Probolinggo, Fernanda Zulkarnain.
Selanjutnya, SMA Negeri 4 Kota Probolinggo sebagai juara ketiga memperoleh hadiah Rp 2 juta dan tambahan bonus Rp 2 juta dari Rumah Aspirasi Misbakhun. Penghargaan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPD Golkar Jawa Timur, Aan Ainur Rofiq.
Sedangkan SMA Negeri 2 Kota Probolinggo sebagai juara keempat menerima hadiah Rp 1 juta ditambah bonus Rp 1 juta dari Rumah Aspirasi Misbakhun. Hadiah diserahkan langsung Direktur Jawa Pos Radar Bromo, H.A. Suyuti.
Penghargaan individu juga mewarnai seremoni penutupan. Gelar top scorer diraih pemain SMA Negeri 4 Kota Pasuruan, Fahril yang mengenakan nomor punggung 8. Ia berhak menerima hadiah Rp 1 juta yang diserahkan perwakilan Rumah Aspirasi Misbakhun, Fatkhul Mubin.
Rekan satu timnya, Yudis pemilik nomor punggung 19, juga mendapat penghargaan sebagai the best goalkeeper. Penjaga gawang SMA Negeri 4 Kota Pasuruan tersebut menerima hadiah Rp 500 ribu yang diserahkan Wakil Ketua Panitia Bahlil Mini Soccer, Akhsanul Yakin.
SMA Negeri 4 Kota Pasuruan kembali menambah koleksi penghargaan melalui sang kapten, Cahya. Ia dinobatkan sebagai best player dan menerima hadiah Rp 500 ribu yang diserahkan Ketua DPD Golkar Kota Pasuruan, H. M. Toyib.
Tak hanya pemain, aksi para suporter juga mendapat apresiasi. Penghargaan best supporter paling kreatif diraih SMA Negeri 4 Kota Probolinggo dengan hadiah Rp 500 ribu yang diserahkan Ketua DPRD Kota Probolinggo, Dwi Laksmi Syntha Kusumawardhani.
Sementara penghargaan the best supporter diberikan kepada SMA Negeri 1 Grati. Sekolah tersebut berhak membawa pulang satu unit sepeda listrik senilai Rp 4 juta dari Rumah Aspirasi Misbakhun. Hadiah diserahkan Wakil Ketua Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Jawa Timur, Wahid Nurahman.
Ainul mengatakan, apresiasi yang diberikan dalam gelaran tersebut tidak berhenti pada hadiah utama. Sejumlah hadiah tambahan juga diberikan masing-masing DPD kepada para pemenang.
"Di samping itu, masih banyak hadiah tambahan lainnya dari masing-masing DPD kepada para pemenang," ungkapnya.
Di sisi lain, keberhasilan SMA Negeri 4 Kota Pasuruan disambut penuh syukur oleh tim pelatih. Pelatih tim SMA Negeri 4 Kota Pasuruan, Luthfan Fajrian menyebut kemenangan tersebut merupakan buah kerja keras para pemain sepanjang turnamen.
"Alhamdulillah. Kemenangan ini mutlak milik anak-anak. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada sekolah serta DPD Golkar Kota Pasuruan dan Jawa Timur yang sudah memberikan support dalam kegiatan ini," katanya.
Guru olahraga SMA Negeri 4 Kota Pasuruan, Putut Cahyono menambahkan bahwa, timnya tidak ingin larut dalam euforia. Setelah menjadi juara Zona 9, skuad SMA Negeri 4 Kota Pasuruan akan kembali berlatih untuk mempersiapkan diri menghadapi putaran selanjutnya.
Menurutnya, persaingan pada putaran provinsi bakal menjadi tantangan tersendiri. Sebab, tim dari Surabaya maupun Sidoarjo berpotensi menjadi lawan berikutnya.
"Memang kalau di putaran final nanti bertemu dengan tim dari Surabaya atau Sidoarjo cukup berat. Namun, kami tetap semangat dan optimistis. Semoga tahun depan ada lagi pertandingan seperti ini dan venuenya bisa di Kota Pasuruan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian DPD Golkar Jawa Timur, Adi Wibowo menilai Bahlil Mini Soccer Zona 9 Probolinggo-Pasuruan mampu menjadi panggung untuk melihat potensi olahraga pelajar di wilayah tersebut.
Menurutnya, kompetisi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan, membangun mental bertanding, serta merasakan atmosfer kompetisi yang lebih kompetitif.
"Pertandingan Bahlil Mini Soccer Zona 9 Probolinggo-Pasuruan menunjukkan banyaknya potensi dari sekolah di empat daerah tersebut. Melalui ajang ini, kami memfasilitasi potensi tersebut. Tambahan hadiah yang kami berikan semata untuk memberikan tambahan semangat bagi para pemenang," katanya.
Untuk langkah berikutnya, SMA Negeri 4 Kota Pasuruan masih harus menunggu hasil dari zona lainnya. Adi mengatakan, calon lawan pada putaran provinsi belum ditentukan karena masih terdapat dua zona yang belum menyelesaikan pertandingan.
"Karena masih ada dua zona lagi yang harus berlaga. Jika semuanya sudah tuntas, nanti akan dikocok lagi. Tapi intinya tetap semangat dan optimistis," pungkasnya. (gus/fun)
Editor : Abdul Wahid