SURABAYA, Radar Bromo – Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 7 Surabaya resmi dimulai Senin (21/9). Penampilan penari dari Sanggar Tari Mulyo Joyo Enterprise membuka rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di lapangan Surabaya Mini Soccer, Lontar, Surabaya.
Deretan pemain dan ofisial dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik memenuhi area pertandingan.
Parade defile menjadi penanda dimulainya persaingan antartim yang sebelumnya telah memadati area registrasi sejak pagi.
Anggota Komisi X DPR RI Adela Kanasya Adies mengapresiasi panitia dan seluruh peserta. Menurutnya, turnamen tersebut bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi juga wadah bagi generasi muda menyalurkan bakat dan minat di bidang olahraga.
“Acara ini sangat penting karena memberikan ruang kepada anak-anak muda yang antusias dengan olahraga. Mereka jadi bisa menyalurkan bakat dan minat mereka,” kata Adela.
Dia juga berharap peserta menjadikan turnamen sebagai momentum mempererat silaturahmi sekaligus menjunjung sportivitas.
“Saya harap acara ini tidak hanya bertanding dan mencari juara, tapi teman-teman juga bisa saling bersilaturahmi, berkenalan, berkarya, dan menunjukkan sportivitas,” ujarnya.
Ketua Panitia Bahlil Mini Soccer Arif Fathoni mengatakan, Surabaya Raya menjadi zona istimewa karena dua tim finalis berhak melaju menghadapi juara dari zona lainnya.
“Kalau zona yang lain yang lolos hanya satu tim, khusus Surabaya Raya yang lolos dua tim,” jelas Fathoni.
Menurutnya, turnamen tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan sportivitas, kepemimpinan, dan karakter gotong royong di kalangan generasi muda.
“Pesan dari kegiatan Bahlil Mini Soccer ini untuk menumbuhkan nilai-nilai sportivitas generasi muda di Jawa Timur, nilai-nilai kepemimpinan, serta karakter bangsa Indonesia yakni gotong royong,” katanya.
Fathoni juga mengingatkan peserta agar menjaga rivalitas tetap di dalam lapangan. “Rivalitas hanya 2x15 menit, selebihnya kita ini tetap satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa,” tegasnya.
Sebelum kick-off, Adela secara simbolis melakukan passing bola kepada anggota DPRD Sidoarjo Adiel Muhammad Kananta. Bola kemudian diteruskan kepada sejumlah pengurus Golkar hingga akhirnya dijebloskan ke gawang yang dijaga Pemred Radar Surabaya Vega Dwi Arista.
Dari sisi pertandingan, empat tim asal Kabupaten Gresik mendominasi babak delapan besar. Mereka adalah SMA Negeri 1 Manyar, SMA Negeri 1 Gresik, MAN 2 Gresik, dan SMA SIG Gresik.
Empat tim lainnya berasal dari Sidoarjo dan Surabaya yakni SMA Negeri 1 Sidoarjo, SMA Negeri 1 Gedangan, SMA Muhammadiyah 10, dan SMA Muhammadiyah 4.
Komposisi tersebut menunjukkan ketatnya persaingan antarsekolah untuk melaju ke babak berikutnya sekaligus memperebutkan tiket menuju Grand Final regional Jawa Timur. (dim/vga)
Editor : Muhammad Fahmi