Prigen FC Juara Grup A usai Kalahkan Pohjentrek FC

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 16:15 WIB
TEMPEL: Laga antara Pohjentrek FC (Jersey hijau) melawan Prigen FC di Lapangan Kebotohan, Selasa (14/9). (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)
TEMPEL: Laga antara Pohjentrek FC (Jersey hijau) melawan Prigen FC di Lapangan Kebotohan, Selasa (14/9). (Foto: Fuad Alyzen/Jawa Pos Radar Bromo)

 

KRATON, Radar Bromo – Prigen FC menutup pertandingan terakhir Grup A dengan hasil manis. Menghadapi Pohjentrek FC di Lapangan Kebotohan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Senin (14/9) sekitar pukul 14.00, Prigen FC menang dengan skor 4-2.

Kemenangan tersebut sekaligus memastikan Prigen FC keluar sebagai juara Grup A dan mengamankan tiga poin penuh untuk melaju ke babak selanjutnya.

Sejak menit awal, Prigen FC langsung tampil agresif. Sebaliknya, Pohjentrek FC terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Kondisi tersebut langsung dimanfaatkan Prigen untuk menekan pertahanan lawan.

Prigen FC bahkan sudah membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan dua menit. Tomi, pemain bernomor punggung 9, sukses memanfaatkan tendangan sudut dari sisi kanan. Bola yang mengarah ke area pertahanan Pohjentrek berhasil disambar dan berbuah gol. Skor 1-0 untuk Prigen.

Unggul cepat membuat Prigen FC semakin percaya diri. Lima menit berselang, Dika Alif kembali menambah keunggulan. Pemain nomor punggung 8 itu melepaskan tendangan bebas yang mengarah langsung ke gawang Pohjentrek. Bola gagal diamankan penjaga gawang dan mengubah skor menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol, Pohjentrek FC mencoba bangkit. Pelatih Nur Ega melakukan perubahan strategi. Perlahan permainan Pohjentrek membaik dan mampu memberikan tekanan kepada Prigen.

Pertandingan kemudian berlangsung lebih terbuka. Kedua kesebelasan silih berganti melakukan serangan. Upaya Pohjentrek akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25.

Pemain bernomor punggung 16, Syahrul, berhasil memanfaatkan situasi bola mati. Bola yang gagal dibendung dengan sempurna oleh penjaga gawang Prigen FC akhirnya bersarang di gawang. Pohjentrek memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Skor tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Pohjentrek berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, Prigen FC masih mampu menjaga intensitas permainan. Tekanan yang dibangun Prigen kembali menghasilkan gol.

Zulfikar, pemain nomor punggung 44, mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-44. Tendangan bebas dari jarak cukup jauh meluncur ke arah gawang dan gagal dihentikan penjaga gawang Pohjentrek.

Prigen kembali unggul dengan skor 3-1.

Lima menit kemudian, Dika Alif kembali mencetak gol. Pemain nomor punggung 9 tersebut menerima umpan silang yang mendarat tepat di kakinya. Tanpa membuang kesempatan, Dika melepaskan tendangan yang mengoyak gawang Pohjentrek. Skor berubah menjadi 4-1 untuk Prigen FC.

Meski unggul jauh, Prigen masih berusaha menekan. Namun, keasyikan menyerang membuat pertahanan mereka mulai memberi celah. Pohjentrek memanfaatkannya untuk melakukan serangan balik.

Pada menit ke-66, Salman Alfarisi, pemain bernomor punggung 22, mendapatkan umpan terobosan. Ia mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan baik untuk memperkecil ketertinggalan.

Skor berubah menjadi 4-2. Kedudukan tersebut bertahan hingga pertandingan usai.

Pelatih Prigen FC Roni Firmansyah mengaku bersyukur timnya mampu mengamankan pertandingan terakhir dengan kemenangan. Menurutnya, hasil tersebut tidak lepas dari kerja keras para pemain.

“Alhamdulillah, kita bisa mengamankan pertandingan terakhir. Berkat kerja keras anak-anak bisa membawakan tiga poin penuh untuk kemenangan kita,” ujar Roni.

Dengan kemenangan tersebut, Prigen FC memastikan diri menjadi juara Grup A. Roni berharap timnya mampu mempertahankan progres permainan ketika memasuki babak selanjutnya.

“Siapa pun lawannya, kita berikan yang terbaik untuk kemenangan tim. Saya pikir sudah progres teman-teman, semangat anak-anak. Semoga ke depannya bisa memberikan yang terbaik untuk kemenangan tim,” katanya.

Sementara itu, pelatih Pohjentrek FC Nur Ega tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Ia menyebut para pemain bisa tampil lebih santai dan menikmati pertandingan.

“Ya, saya juga cukup bersyukur. Yang penting anak-anak bisa main dengan senang hari ini, bisa main dengan santai,” kata Nur Ega.

Namun, ia mengakui masih ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi, termasuk kesalahan di sektor penjaga gawang yang turut berpengaruh terhadap hasil pertandingan.

“Yang penting anak-anak bisa main dengan senang hari ini, bisa main dengan santai. Tapi hasil kita tahu bahwa kita menang 4-2, ada beberapa kesalahan dari kiper mungkin itu,” ujarnya.

Nur Ega berharap kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim. Para pemain diminta lebih giat berlatih agar bisa tampil lebih siap pada turnamen berikutnya.

“Evaluasi mungkin nantinya anak-anak lebih giat untuk berlatih lagi biar ke depan, mungkin untuk turnamen tahun berikutnya lebih siap lagi,” jelasnya. (zen/fun)

Editor : Fandi Armanto
bupati cup 2026 pasuruan superleage Mas Rusdi turnamen sepakbola