PASURUAN, Radar Bromo- Abdul Qodir, 45, penjual ikan asap asal Dusun Gading, Desa Gading, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Minggu (13/9) malam.
Sebelumnya, korban sempat dicari rekannya setelah tidak kunjung datang memenuhi janji untuk berjualan dan tidak merespons sejumlah panggilan telepon.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dekat pintu kamar mandi rumahnya yang berada di RT 1/RW 1 Dusun Gading.
Saat itu, rumah korban dalam keadaan terkunci dan gelap. Sementara sepeda motor milik korban masih terlihat berada di sekitar rumah.
Kecurigaan bermula ketika rekan korban tidak mendapati Abdul Qodir di lokasi yang telah disepakati.
Keduanya yang sama-sama berjualan ikan asap sebelumnya berencana bertemu di kawasan masjid di Kecamatan Grati, sekitar pukul 01.00 untuk keperluan berdagang.
Namun, hingga waktu yang disepakati korban tidak kunjung muncul. Rekannya kemudian mencoba menghubungi korban melalui telepon. Panggilan tersebut terus dilakukan hingga Minggu, tetapi tidak mendapat jawaban.
"Awalnya mereka sudah membuat janji untuk bertemu di Masjid Ndawe sekitar jam satu malam. Karena korban tidak datang, rekannya mencoba menelepon. Tetapi sejak pagi sampai sore, teleponnya hanya berdering dan tidak ada yang mengangkat," terang Sekretaris Desa Gading Ahmad Amin.
Karena panggilan tidak kunjung mendapat respons, rekan korban akhirnya mendatangi rumah Abdul Qodir. Setibanya di lokasi, ia melihat rumah dalam kondisi gelap. Keberadaan sepeda motor korban yang masih terparkir membuatnya semakin curiga.
Upaya mencari bantuan kemudian dilakukan karena Ketua RT setempat sedang tidak berada di tempat. Rekan korban bersama warga lantas mendatangi pemerintah desa dan meminta bantuan untuk memastikan kondisi Abdul Qodir.
"Rekannya datang ke rumah korban dan melihat motornya masih ada, tetapi rumah dalam keadaan gelap. Karena ketua RT kebetulan tidak ada, warga kemudian meminta bantuan ke desa," jelas Amin.
Bersama warga, pihak desa selanjutnya mendatangi rumah korban. Pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam. Karena tidak ada respons dari dalam rumah, warga akhirnya membuka paksa pintu tersebut.
Begitu berhasil masuk, warga mendapati Abdul Qodir sudah tergeletak dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan di area depan kamar mandi.
"Setelah pintunya berhasil dibuka, korban ditemukan sudah meninggal dunia di bagian depan kamar mandi," imbuh Amin.
Dari informasi pihak desa, korban diduga telah meninggal sejak Sabtu (12/9) sore. Abdul Qodir diketahui selama ini tinggal seorang diri di rumah tersebut. Istrinya telah meninggal sekitar tiga tahun lalu, sedangkan anak tunggalnya kini masih menempuh pendidikan di pondok pesantren.
"Selama ini korban memang tinggal sendirian. Istrinya sudah meninggal sekitar tiga tahun lalu, sementara anaknya yang hanya satu masih mondok," kata Amin.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian. Jenazah Abdul Qodir selanjutnya dievakuasi ke RSUD Grati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab korban meninggal dunia. Polisi masih melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap temuan tersebut. (zen/fun)
Editor : Fandi Armanto