REMBANG, Radar Bromo-Winongan Maju dan Digdaya Grati harus puas berbagi satu poin dalam lanjutan pertandingan grup C Pasuruan super league. Bermain di Lapangan Mojoparon, Rembang, kedua tim bermain imbang tanpa gol. Meski banyak peluang tercipta, namun tidak ada yang berhasil dilesakkan menjadi gol.
Hasil imbang ini membuat peluang kedua tim untuk lolos ke babak berikutnya tertutup. Winongan Maju baru mengumpulkan dua poin dalam tiga pertandingan. Hasil dari dua kali imbang dan satu kali kalah drngan memasukkan satu gol dan kemasukkan tiga gol.
Sementara bagi Digdaya Grati, hasil imbang ini membuat mereka mengoleksi empat poin. Hasil dari satu kali kemenangan, satu kali imbang dan dua kali kalah. Dengan memasukkan lima kali
dan kemasukkan enam kali. Dengan sisa dua pertandingan bagi winongan dan satu pertandingan lagi bagi Grati mengejar posisi lekok dan rembang united sudah tidak mungkin.
Kedua tim sebenarnya tampil menyerang. Mereka sama sama menampilkan penampilan menyerang. Namun sejumlah peluang tidak bisa dirubah menjadi gol. Winongan sempat memiliki peluang emas melalui penalti di babak pertama. Tapi kapten tim, Abdul Ghofur gagal menjalankan tugasnya.
Asisten Coach Digdaya Grati, Adit mengaku pihaknya cukup kecewa karena bermain imbang. Sebab sebenarnya banyak peluang yang tercipta. Namun eksekusi hasil menjadi kendala. Tentu ini menjadi evaluasi bagi timnya.
"Kami akan mencoba tampil lebih baik lagi di pertandingan berikutnya. Kami upayakan meraih poin penuh," katanya.
Akhmad Amin, pelatih Winongan Maju juga mengaku kecewa dengan hasil akhir. Salah satu peluang emas berupa penalti yang diperoleh timnya gagal dikonversi menjadi gol. Tentu ini menjadi catatan untuk bisa tampil lebih baik di pertandingan berikutnya.
"Semoga di babak pertandingan berikutnya, kami tampil lebih baik. Keberuntungan belum berpihak," jelas nya. (riz/fun)
Editor : Fandi Armanto