KRATON, Radar Bromo – Prigen FC berhasil mengamankan kemenangan tipis 2-1 atas Tutur FC dalam pertandingan yang berlangsung di Lapangan Kebotohan, Kraton, Kabupaten Pasuruan, Selasa (8/9) sore.
Sejak kick off, laga berlangsung sengit sejak. Kedua tim silih berganti menguasai permainan dan menciptakan peluang.
Prigen FC membuka keunggulan lebih dahulu pada menit ke-11. Erix Dwi, pemain bernomor punggung 6, memanfaatkan tendangan pojok yang melengkung hingga bola bersarang di gawang Tutur FC. Skor berubah menjadi 1-0.
Tertinggal, Tutur FC meningkatkan tekanan. Beberapa kali pemain Tutur FC melepaskan tendangan ke arah gawang, tetapi masih berhasil diselamatkan penjaga gawang Prigen FC.
Tekanan Tutur FC akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-30. Pemain Prigen FC melakukan handball di dalam kotak penalti sehingga wasit memberikan hadiah penalti.
Ach Ardiansyah, pemain bernomor punggung 21, dipercaya menjadi eksekutor. Tendangannya sukses menjebol gawang Prigen FC dan membuat kedudukan imbang 1-1.
Memasuki menit-menit akhir babak pertama, Tutur FC semakin intens menekan. Prigen FC sempat kewalahan menghadapi serangan lawan. Namun hingga turun minum, skor 1-1 tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, Prigen FC mencoba meningkatkan tempo permainan dengan tampil menyerang sejak menit awal. Namun Tutur FC masih mampu mendominasi sejumlah momen permainan dan terus mengancam melalui umpan-umpan terobosan.
Prigen FC kemudian memanfaatkan peluang yang didapat. Pada menit ke-61, sebuah umpan berhasil diteruskan menjadi tendangan oleh pemain bernomor punggung 15, Arel. Bola meluncur ke gawang Tutur FC dan membawa Prigen FC kembali unggul 2-1.
Tutur FC berusaha mengejar ketertinggalan hingga pertandingan berakhir. Namun sejumlah peluang yang didapat belum mampu dikonversi menjadi gol. Skor 2-1 untuk kemenangan Prigen FC bertahan hingga peluit panjang.
Pelatih Tutur FC Faisal Irjik mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Menurutnya, timnya mampu menguasai permainan dan menciptakan banyak peluang, tetapi gagal memanfaatkannya dengan baik.
"Sungguh sangat kecewa karena permainan lebih menguasai, namun hasil akhirnya kalah. Banyak peluang yang ada, namun tidak dimanfaatkan dengan baik," ujarnya.
Faisal mengatakan kekalahan tersebut akan menjadi bahan evaluasi. Tutur FC masih memiliki dua pertandingan yang harus dijalani.
"Namanya permainan. Di dua pertandingan lagi ini banyak yang harus diperbaiki dan dievaluasi," katanya.
Sementara itu, Pelatih Prigen FC Fajar Ikhsani menilai kemenangan tersebut menjadi hasil penting bagi timnya. Ia menyebut permainan masih perlu dievaluasi, terutama dalam menghadapi tekanan lawan.
Menurut Fajar, Prigen FC sempat mendapat tekanan kuat dari Tutur FC yang mampu menciptakan sejumlah peluang. Namun anak asuhnya mampu bertahan dan memanfaatkan kesempatan untuk mencetak gol kemenangan.
"Pertandingan cukup berat. Tutur FC banyak memberikan tekanan dan memiliki beberapa peluang. Kami bersyukur bisa memanfaatkan peluang dan mempertahankan keunggulan sampai pertandingan selesai," ujar Fajar.
Kemenangan tersebut membuat Prigen FC mengamankan tiga poin dari pertandingan di Lapangan Kebotohan. (zen/fun)
Editor : Fandi Armanto