KRATON, Radar Bromo– Bangil FC tampil dominan saat menghadapi Pohjentrek FC dalam pertandingan di Lapangan Kebotohan, Kecamatan Kraton.
Sejak babak pertama, Bangil FC mampu menguasai permainan dan terus menekan pertahanan lawan hingga laga berakhir dengan kemenangan 3-1.
Bangil FC langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Tekanan yang dibangun akhirnya membuahkan gol pada menit ke-13. Pemain bernomor punggung 23, Risky Aditya, berhasil mencatatkan namanya di papan skor.
Bangil FC kembali menambah keunggulan pada menit ke-24. Darmaji dengan nomor punggung 13 berhasil memanfaatkan peluang untuk membawa timnya unggul lebih jauh.
Memasuki menit ke-27, Bangil FC kembali memberikan ancaman melalui pergerakan Muhammad Azril Saputra, pemain bernomor punggung 5. Tekanan tersebut membuat Pohjentrek FC lebih banyak bertahan.
Pohjentrek FC sebenarnya sempat memberikan perlawanan dan berhasil mencetak satu gol. Namun, secara permainan, Bangil FC tetap lebih dominan dan mampu mengendalikan aliran bola.
Pada babak kedua, Bangil FC masih mempertahankan intensitas serangannya. Memasuki menit ke-56, Kapten Bangil FC dilanggar di dalam kotak penalti. Wasit kemudian menunjuk titik putih.
Deco, pemain bernomor punggung 16, dipercaya menjadi eksekutor. Tendangan penaltinya berhasil bersarang di gawang Pohjentrek FC sekaligus membawa Bangil FC semakin menjauh.
Hingga pertandingan berakhir, skor 3-1 tetap bertahan untuk kemenangan Bangil FC.
Pelatih Bangil FC, Nurudin, mengatakan kemenangan tersebut tidak lepas dari evaluasi yang dilakukan setelah timnya menelan kekalahan pada pertandingan sebelumnya.
"Setelah kemarin kalah lawan Prigen, kami melakukan evaluasi. Ada pergantian pemain dan rotasi di gelandang. Alhamdulillah sekarang bisa berjalan dengan baik, aliran bola juga bisa lancar," ujar Nurudin.
Menurutnya, salah satu sektor yang menjadi perhatian dalam evaluasi adalah lini belakang. Perbaikan dilakukan agar permainan tim lebih solid.
Nurudin mengakui persiapan tim masih menjadi kendala karena minimnya waktu latihan. Kondisi tersebut membuat tim kesulitan mengumpulkan pemain untuk menjalani persiapan secara maksimal.
"Persiapannya minim, kita juga terkendala tidak pernah latihan. Agak susah mengumpulkan teman-temannya," jelasnya.
Meski demikian, Nurudin berharap performa Bangil FC terus meningkat pada pertandingan berikutnya. "Harapannya selalu menang," katanya.
Sementara itu, asisten pelatih Pohjentrek FC Nur Ega mengakui hasil pertandingan tersebut cukup mengecewakan. Namun, dia menilai permainan timnya mulai menunjukkan perkembangan.
"Untuk pertandingan hari ini mungkin sedikit mengecewakan, tapi dari segi permainan sudah mulai membaik. Untuk ke depannya akan kita evaluasi bagaimana cara bermain agar lebih kompak lagi," kata Nur Ega.
Sektor lini serang menjadi salah satu perhatian utama Pohjentrek FC. Menurut Nur Ega, para pemain depan masih kurang mampu berimprovisasi dan menciptakan dampak yang lebih besar terhadap permainan.
"Lini serang masih kurang bisa berimprovisasi, kurang bisa melakukan hal-hal yang bisa memberikan efek bagi permainan," ujarnya. (zen/fun)
Editor : Fandi Armanto