Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Dapat Sambutan Luar Biasa, Bibit Pemain Muda Bermunculan

Muhammad Fahmi • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 08:57 WIB

 

SENGIT: MAN 2 Kota Madiun saat menghadapi MAN 2 Ponorogo di babak semifinal Bahlil Mini Soccer Zona Madiun di Gontor Mini Soccer kemarin (4/9).BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
SENGIT: MAN 2 Kota Madiun saat menghadapi MAN 2 Ponorogo di babak semifinal Bahlil Mini Soccer Zona Madiun di Gontor Mini Soccer kemarin (4/9).BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Gegap gempita Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya mencapai puncaknya Kamis malam (4/9). MAN 2 Kota Madiun dan SMAN 1 Maospati bentrok di partai final di Gontor Mini Soccer, Ponorogo.

Duel tersebut menjadi penutup turnamen yang diinisiasi DPD Partai Golkar Jawa Timur sejak Kamis (3/9). Koordinator Wilayah sekaligus Narahubung Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Atika Banowati mengapresiasi tingginya antusiasme peserta selama dua hari pertandingan.

Menurut dia, seluruh tim mampu bersaing dengan tetap menjunjung sportivitas. Sambutan terhadap turnamen kelompok usia U-17 itu juga dinilai cukup tinggi.

’’Bukan hanya saya, tetapi seluruh pengurus DPD Golkar se-Madiun Raya sangat senang melihat respons adik-adik. Antusiasme mereka sangat luar biasa,’’ ujarnya kemarin.

Atika juga melihat banyak potensi pemain muda bermunculan sepanjang turnamen. Dia berharap ajang tersebut kelak mampu menjadi salah satu ruang bagi pemain muda untuk mengembangkan kemampuan.

’’Potensi adik-adik ini luar biasa. Ada yang memang permainannya bagus. Mini soccer juga sedang menjadi tren di kalangan anak-anak usia mereka,’’ kata anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar tersebut.

Peluang Bahlil Mini Soccer kembali digelar tahun depan pun terbuka. Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Jatim Ali Mufthi menyampaikan, turnamen serupa berpotensi menjadi agenda tahunan apabila penyelenggaraan perdana berjalan sukses dan kondusif.

’’Kalau perlu setiap DPD (provinsi) di seluruh Indonesia juga menggelar kegiatan semacam ini,’’ tutur Atika.

Dia juga berpesan agar hasil pertandingan disikapi sportif. Tim yang kalah diminta tidak patah semangat. Sebaliknya, pemenang diingatkan tidak jemawa.

’’Dalam permainan pasti ada yang menang dan kalah. Yang kalah jangan sampai putus asa atau merasa nelangsa. Sementara yang menang juga harus bersikap dewasa dan tidak merendahkan peserta lain,’’ terangnya. (err/her)

Editor : Muhammad Fahmi
bahlil mini soccer zona madiun raya golkar jatim