BANGIL, Radar Bromo-Gempol FC harus bekerja keras untuk mengamankan kemenangan 2-1 atas Pasrepan United pada laga Grup B Pasuruan Super League 2026. Bertanding di Gelora Sinar Muda di Ngadimulto, Sukorejo, Jumat (4/9), tim yang dipimpin Vigo Dwi itu sempat kesulitan meski lebih dominan dalam permainan.
Hasil itu cukup mengejutkan jika melihat laga pembuka kedua tim. Gempol sebelumnya menghantam Wonorejo FC 8-0. Sementara Pasrepan takluk 0-3 dari Sukorejo United.
Sejak kick-off, Gempol langsung mengambil kendali. Sirkulasi bola lebih banyak berlangsung di wilayah Pasrepan. Namun, rapatnya pertahanan lawan membuat Gempol kesulitan menemukan celah.
Pasrepan juga beberapa kali menghentikan aliran serangan dengan pelanggaran. Meski lebih banyak bertahan, Pasrepan menyimpan ancaman melalui serangan balik, terutama dari sektor kiri.
Justru dari skema tersebut gol pembuka lahir. Fahmi Hidayatullah menerima bola, melewati dua pemain Gempol, kemudian melepaskan tembakan jarak jauh. Kiper Gempol gagal menahan laju bola. Pasrepan pun mencuri keunggulan.
Gempol meningkatkan tekanan setelah tertinggal. Namun, sejumlah peluang belum menghasilkan gol hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Gempol mendapat kesempatan dari titik putih. M. Risal menjalankan tugasnya dengan baik untuk mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Momentum sempat berpihak kepada Gempol. Mereka kembali membobol gawang Pasrepan. Namun, gol tersebut dianulir karena pemain Gempol berada dalam posisi offside.
Tekanan Gempol akhirnya kembali membuahkan hasil pada menit ke-60. Sauqi menjadi penentu keunggulan Gempol setelah memanfaatkan tekanan yang terus dibangun timnya.
Pasrepan tidak tinggal diam. Setelah skor berubah, mereka justru lebih berani keluar menyerang. Situasi tersebut membuat ruang di belakang lini pertahanan terbuka dan memberi Gempol kesempatan untuk kembali menekan.
Pelatih Gempol FC Sunardi menyebut laga tersebut menjadi pengingat bahwa dominasi permainan tidak otomatis menjamin kemenangan.
“Inilah sepak bola. Kalau sudah menguasai permainan, seolah-olah kita menang. Padahal tim lawan punya fighting spirit untuk mengejar meski sudah kita kunci,” kata Sunardi.
Menurut dia, anak asuhnya sempat panik ketika permainan tidak berjalan sesuai harapan. Terutama setelah kebobolan di babak pertama. Karena itu, perubahan dilakukan di lini tengah dengan memasukkan Dani untuk membenahi kontrol permainan.
“Anak-anak sempat panik. Ada perubahan di tengah supaya ada yang kontrol. Kami masukkan Dani,” ujarnya.
Sunardi juga mengakui absennya Husen dan Ricardo cukup memengaruhi performa tim. “Pemain agak kaget sehingga performanya tidak seperti biasa,” jelasnya.
Gempol juga dinilai terlalu lama menunggu momentum setelah kedudukan berimbang. Pasrepan yang mulai berani menyerang justru membuka ruang bagi Gempol untuk kembali menguasai permainan.
“Setelah skor sama, Pasrepan mulai berani menyerang. Kami jadi lebih leluasa menekan,” tutur Sunardi.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi evaluasi penting bagi Gempol. Sunardi menegaskan tidak ada lawan yang boleh diremehkan di Grup B.
“Tidak ada tim yang kami anggap enteng. Semua kekuatannya imbang. Kami susah payah mengalahkan Pasrepan,” tegasnya. (tom/fun)
Editor : Fandi Armanto