Tutur FC Tahan Juara Bertahan, Nguling FC Masih Ada di Pucuk Klasemen

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 20:14 WIB
SANG KAPTEN: Pemain Nguling FC Bunadi (kanan) gembira usai mencetak gol penyama lewat adu penalti. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
SANG KAPTEN: Pemain Nguling FC Bunadi (kanan) gembira usai mencetak gol penyama lewat adu penalti. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

KRATON, Radar Bromo – Tutur FC di luar prediksi berhasil menahan imbang juara bertahan Nguling FC dengan skor 1-1 dalam laga Grup A babak penyisihan yang digelar di Lapangan Kebotohan, Kecamatan Kraton.

Jalannya pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim terlibat jual beli serangan. Nguling FC tampil lebih dominan dan beberapa kali mengancam pertahanan Tutur FC.

Rapatnya pertahanan Tutur FC membuat Nguling FC kesulitan mencetak gol. Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, skor masih 0-0.

Memasuki babak kedua, Tutur FC mampu memecah kebuntuan. Pada menit ke-36, Tutur FC mendapatkan hadiah penalti setelah pemain Nguling FC, Bunadi nomor punggung 19, melakukan pelanggaran terhadap pemain Tutur FC nomor punggung 23.

Adam, pemain Tutur FC nomor punggung 6, yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Tendangannya menggetarkan gawang Nguling FC dan mengubah skor menjadi 1-0.

Tertinggal satu gol membuat Nguling FC meningkatkan tekanan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-53.

Bunadi, pemain nomor punggung 19 Nguling FC, menebus kesalahannya dengan mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan tendangan pojok. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Kedudukan tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir. Kedua tim harus puas berbagi poin dalam laga yang berlangsung sengit tersebut.

Pelatih Nguling FC Slamet Cikung mengaku bersyukur timnya masih mampu mencuri poin setelah sempat tertinggal lebih dulu.

"Alhamdulillah untuk hasil pertandingan hari ini. Meskipun pertandingan berjalan ngotot dan kami sempat tertinggal 1-0, Alhamdulillah kami bisa menyamakan kedudukan dan masih mencuri poin," ujarnya.

Slamet Cikung mengatakan, masih banyak hal yang harus dievaluasi sebelum menghadapi pertandingan berikutnya. Salah satunya kekompakan dan komunikasi antarpemain.

"Terutama pemain yang belum kompak, masih banyak miskomunikasi, dan terlalu banyak melakukan pelanggaran. Itu yang harus saya evaluasi," katanya.

Walau meraih hasil seri, Nguling FC masih menduduki pucuk klasemen Grup A dengan total poin 4. Hasil menang 2-0 atas Pohjentrek FC di laga kedua. Di bawah mereka ada Prigen FC yang mengumpulkan 3 poin.

Sementara itu, Coach Tutur FC Faisal Irjit mengaku sejak awal sudah membaca permainan Nguling FC.

Ia menyebut permainan lawan memang lebih unggul, terlebih Nguling FC berstatus sebagai juara bertahan.

Menurut Faisal, strategi yang disiapkan hampir 90 persen mampu diterapkan anak asuhnya sehingga Tutur FC dapat mengimbangi permainan Nguling FC.

"Pertandingan hari ini hampir 90 persen yang kami persiapkan bisa diterapkan. Kami bisa mengimbangi Nguling FC yang merupakan juara bertahan," ujar Faisal.

Meski demikian, Faisal menyebut hasil tersebut masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Evaluasi terutama akan dilakukan terhadap kondisi fisik pemain dan sejumlah aspek permainan lainnya.

"Pertandingan ini masih belum selesai dan perlu ada evaluasi, terutama fisik dan lainnya. Mungkin nanti akan lebih didominankan lagi," ujarnya. (zen/fun)

Editor : Fandi Armanto
bupati cup 2026 Pasuruan Superleague Mas Rusdi turnamen sepakbola