Juara Bertahan Tekuk Pohjentrek FC 2-0, Pelatih Nguling FC Tetap Belum Puas, Ini Catatannya

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 23:39 WIB
Penggawa Nguling FC, M Ali Rifki (merah) berupaya melindungi bola dari kejaran penggawa Pohjentrek FC. (Fuad Alyzen/ Radar Bromo)
Penggawa Nguling FC, M Ali Rifki (merah) berupaya melindungi bola dari kejaran penggawa Pohjentrek FC. (Fuad Alyzen/ Radar Bromo)

KRATON, Radar BromoTim juara bertahan Bupati Cup Pasuruan Superleague 2025, Nguling FC berhasil melewati laga perdana tahun ini dengan torehan positif. Tim besutan Slamet Chikung itu melibas Pohjentrek FC, 2-0.

Dalam laga grup A yang berlangsung di lapangan Kebotohan, Kraton itu, sang juara bertahan tampil lebih dominan.

Nguling FC tampil efektif sejak awal pertandingan. Gol pembuka tercipta pada menit ke-11 melalui M Ali Rifki. Pemain bernomor punggung 11 itu berhasil memanfaatkan situasi bola mati dengan sontekan untuk membawa Nguling FC unggul 1-0.

Enam menit berselang, Nguling FC kembali memperlebar keunggulan. Striker bernomor punggung 9, Nur Yasin, mencatatkan namanya di papan skor melalui tendangan dari luar kotak penalti. Skor berubah menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol, Pohjentrek FC mencoba meningkatkan tekanan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan untuk memperkecil ketertinggalan.

Namun, kokohnya pertahanan Nguling FC membuat upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung lebih terbuka. Kedua tim terlibat jual beli serangan. Pohjentrek FC terus berusaha menekan, tetapi pertahanan Nguling FC masih mampu meredam serangan lawan.

Di sisi lain, Nguling FC beberapa kali mengancam melalui serangan balik. Namun, sejumlah serangan berbahaya harus terhenti karena pemain Nguling FC terjebak offside.

Hingga pertandingan berakhir, tidak ada tambahan gol. Nguling FC tetap unggul 2-0 atas Pohjentrek FC.

Pelatih Nguling FC, Slamet Chikung, bersyukur timnya mampu meraih tiga poin. Meski demikian, dia mengakui masih ada sejumlah hal yang harus diperbaiki.

"Alhamdulillah dengan dirahmati, hari ini kita bisa meraih tiga poin dengan skor 2-0. Tapi masih banyak yang akan kita evaluasi," ujarnya.

Menurut Slamet, waktu pertandingan yang dimulai pukul 14.00 kemungkinan turut memengaruhi kondisi pemain. Beberapa pemain dinilai masih terlihat kaku sehingga sejumlah peluang emas tidak mampu dimaksimalkan.

"Mainnya jam 2 mungkin agak kaget, agak kaku sedikit. Makanya banyak peluang yang terbuang sia-sia," jelasnya.

Evaluasi terutama akan diarahkan pada kondisi fisik dan penyelesaian akhir. Hal itu dinilai penting agar peluang yang didapat pada pertandingan berikutnya bisa lebih efektif dikonversi menjadi gol.

"Mungkin evaluasinya penambahan fisik dan finishing, dan yang lainnya akan dievaluasi pada pertandingan selanjutnya," tambah Slamet.

Sementara itu, pelatih Pohjentrek FC Nur Eka mengakui hasil pertandingan belum berpihak kepada timnya. Kekalahan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

"Kita lihat sendiri hasil memang kurang berpihak pada Pohjentrek. Tapi ke depan, insyaallah kami perbaiki satu per satu evaluasi agar ke depannya lebih baik lagi," katanya.

Nur Eka menilai salah satu pekerjaan rumah utama timnya adalah koordinasi antarpemain. Menurutnya, komunikasi dan dukungan antar pemain masih perlu ditingkatkan.

"Tadi teman-teman dari Pohjentrek masih kurang koordinasi. Nanti kita gembleng lagi agar tetap bisa koordinasi dan juga bisa saling support antar pemain," jelasnya. (zen/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
bupati cup 2026 pasuruan superleage pohjentrek fc Nguling FC