Saling Unjuk Gigi Eksekusi Bola Mati, Kraton FC Ditahan Tutur FC 1-1

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 23:26 WIB

 

SAMA KUAT: Penggawa Tutur FC Dion Nurcahyo berusaha melindungi bola dari kejaran pemain Kraton FC. (Fuad Alyzen/ Radar Bromo)
SAMA KUAT: Penggawa Tutur FC Dion Nurcahyo berusaha melindungi bola dari kejaran pemain Kraton FC. (Fuad Alyzen/ Radar Bromo)

KRATON, Radar Bromo–Pertandingan sengit tersaji dalam laga lanjutan Bupati Cup 2026 Pasuruan Superleague grup A antara tuan rumah Kraton FC melawan Tutur FC, Rabu (2/9).

Ajang itu jadi unjuk gigi eksekusi bola mati dari kedua tim. Laga yang sempat terhenti itu pun berakhir sama kuat dengan skor 1-1.

Dalam laga yang berlangsung di lapangan Kebotohan, Kraton, Kabupaten Pasuruan itu, kedua tim bermain alot dan cukup keras.

Meski berstatus tim tamu, Tutur FC yang mengenakan jersey warna biru tetap tampil menyerang. Namun, Kraton yang mengandalkan bola direct malah berhasil unggul lebih dulu.

Di menit ke-5, Kraton FC mendapat hadiah tendangan bebas beberapa meter di luar kotak penalti. Bola mati itu berhasil dieksekusi dengan sempurna oleh strikernya bernomor punggung 8, Husni Mubarok.

Sepakan keras Husni menghujam deras ke gawang Tutur FC. Penjaga gawang Tutur, Fahad Ahmad Awazi tak mampu membendungnya. Skor 1-0 untuk Kraton FC.

Baca Juga: Sepakan Penalti Melambung, Rejoso FC Ditahan Tosari FC tanpa Gol

Usai tertinggal, Tutur FC semakin meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan. Kraton pun tak berpuas diri. Sesekali serangan Kraton FC kerap membahayakan Tutur FC.

Jual beli serangan membuat suasana pertandingan semakin panas. Sorak-sorai penonton terdengar dari kedua sisi lapangan, terutama ketika masing-masing tim menciptakan peluang.

Laga juga berjalan cukup keras. Sejumlah kartu kuning juga dikeluarkan wasit.

Pemain Kraton FC nomor punggung 4, Choiru Umam, menerima kartu kuning pada menit ke-8. Disusul Khoirul Anam nomor punggung 3. Dari kubu Tutur FC, Suko nomor punggung 4 dan Husni juga mendapat kartu kuning. Hingga turun minum, Kraton FC masih mempertahankan keunggulan tipis 1-0.

Memasuki babak kedua, Tutur FC kian meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Tutur FC berhasil mencetak gol penyeimbang sehingga skor berubah menjadi 1-1.

Lagi-lagi lewat eksekusi bola mati. Tutur FC yang mendapat tendangan bebas beberapa meter di luar kotak penalty Kraton FC, berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh sang kapten bernomor punggung 8, Choiron Syaifudin di menit ke-56.

Setelah kedudukan sama kuat, pertandingan semakin menarik. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan. Tutur FC terus berupaya mencari gol kedua, sedangkan Kraton FC berusaha mempertahankan pertahanan sekaligus mencari peluang melalui serangan balik.

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol. Pertandingan berakhir dengan skor 1-1.

Pelatih Kraton FC Aril Mulyono mengatakan, timnya sebenarnya menargetkan tiga poin dalam pertandingan tersebut. Namun, hasil di lapangan membuat Kraton FC harus puas dengan satu poin.

"Untuk hari ini sebenarnya saya menargetkan tiga poin dari Tutur, tapi hasil di lapangan kita imbang 1-1," ujar Aril.

Menurutnya, salah satu persoalan yang menjadi evaluasi adalah penguasaan bola. Permainan Kraton FC dinilai belum mampu mengontrol ball possession dengan baik.

"Faktor utama kami permainan kurang menguasai ball possession. Itu saja evaluasi hari ini. Insyaallah di pertandingan berikutnya saya akan mengevaluasi lagi bagaimana kami bisa meraih tiga poin," katanya.

Aril menegaskan evaluasi tidak hanya akan dilakukan pada satu lini. Lini belakang, tengah, hingga depan menjadi perhatian tim pelatih.

"Untuk semuanya, bukan hanya lini belakang, baik tengah maupun depan harus dievaluasi. Karena kinerja pemain kurang efektif," jelasnya.

Sementara itu, Coach Tutur FC Faisal Irjit menilai hasil 1-1 cukup adil. Ia juga mengapresiasi tim keamanan yang menjaga pertandingan hingga selesai.

"Alhamdulillah pertandingan aman. Saya terima kasih pada tim keamanan yang sempat membuat pertandingan terhenti kemudian menjamin keselamatan kami. Sampai berakhirnya pertandingan tidak ada insiden yang kita inginkan," ujar Faisal.

Meski demikian, Faisal menyebut Tutur FC memiliki cukup banyak peluang dan lebih sering menguasai pertandingan. Ia memastikan tim pelatih akan melakukan evaluasi sebelum laga berikutnya.

"Ini kan pertandingan pertama, biasanya teman-teman masih agak canggung. Tapi insyaallah di pertandingan kedua kita pasti akan lebih klinis dan lebih banyak cetak gol," ujarnya. (zen/mie)

Editor : Muhammad Fahmi
bupati cup 2026 pasuruan superleage kraton fc tutur fc