Eks Striker Timnas Jadi Amunisi Baru Persekabpas

Muhamad Busthomi • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:20 WIB
PENYERANG: Osvaldo Haay saat mengikuti training center Persekabpas di Jogjakarta. (Foto: Persekabpas for Jawa Pos Radar Bromo)
PENYERANG: Osvaldo Haay saat mengikuti training center Persekabpas di Jogjakarta. (Foto: Persekabpas for Jawa Pos Radar Bromo)

BANGIL, Radar Bromo - Persekabpas Pasuruan belum berhenti memburu kekuatan. Laskar Sakera menambah amunisi berpengalaman dengan mendatangkan Osvaldo Haay untuk mempertajam lini depan menghadapi Liga 3.

Mantan penyerang Timnas Indonesia itu sudah bergabung bersama skuad Persekabpas yang menjalani pemusatan latihan atau training camp (TC) di Jogjakarta. Kehadirannya menambah opsi bagi tim pelatih untuk meracik lini serang.

Managing Director Persekabpas Bayu Aji Handayanto mengatakan, Osvaldo diproyeksikan bukan sekadar pelengkap skuad. Pengalaman bermain di level profesional diharapkan bisa memberi dimensi berbeda dalam permainan Laskar Sakera.

“Dengan hadirnya Osvaldo dan pemain-pemain lainnya, kami berharap daya gedor Persekabpas semakin kuat. Dia kami harapkan bisa menjadi pembeda,” kata Bayu.

Kedatangan Osvaldo sekaligus menegaskan ambisi Persekabpas membangun skuad yang tidak sekadar kompetitif di atas kertas. Manajemen sebelumnya juga mengamankan sejumlah pemain dengan pengalaman Liga 1 dan Liga 2.

Nama Bayu Gatra, Dandi Maulana, Hamsa Lestaluhu, dan Joko Susilo masuk dalam komposisi tim. Persekabpas juga diperkuat dua pemain naturalisasi sekaligus mantan pemain timnas, Otavio Dutra dan Beto Goncalves.

Deretan nama tersebut membuat ruang ganti Persekabpas dipenuhi pemain dengan pengalaman di level tertinggi sepak bola nasional.

Tantangannya kini bukan sekadar mengumpulkan pemain berpengalaman, tetapi merangkainya menjadi tim yang punya karakter permainan.

Persekabpas bergerak lebih awal dalam menyiapkan skuad. Latihan sudah berjalan sebelum tim dibawa ke Yogyakarta untuk menjalani TC.

Pemusatan latihan menjadi fase penting untuk menyatukan pemain yang datang dari klub dan latar belakang berbeda. Selain meningkatkan kebugaran, tim pelatih punya waktu untuk membangun pola permainan serta menemukan komposisi terbaik.

Manajemen juga memperkuat tim kepelatihan. Jendry Pitoy dan Bio Paulin masuk dalam jajaran pelatih yang menangani persiapan Persekabpas menuju kompetisi.

Bayu menegaskan perekrutan pemain tidak didasarkan pada popularitas semata. Setiap nama yang masuk harus menjawab kebutuhan tim.

“Kami ingin membangun tim yang kompetitif. Semua pemain yang datang diharapkan bisa memberikan kontribusi dan membuat Persekabpas semakin kuat,” ujarnya.

Osvaldo menjadi tambahan terbaru dalam proyek tersebut. Pengalaman di kompetisi profesional diharapkan bisa memberi pengaruh langsung terhadap lini depan.

Namun, nama besar tetap harus dibuktikan di lapangan. Persekabpas kini memiliki modal berupa pengalaman, kedalaman skuad, dan persiapan yang lebih dini. Target akhirnya jelas membawa Laskar Sakera bersaing di Liga 3 dan mengejar tiket menuju level kompetisi yang lebih tinggi. (tom/fun)

Editor : Abdul Wahid
liga nusantar persekabpas liga 3 laskar sakera