Kombinasi Pemain Persekabpas Mulai Matang setelah Berhasil Tahan Imbang Tim Liga 1

Fandi Armanto • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:00 WIB
BANTU SERANGAN: Otavio Dutra yang diturunkan saat Persekabpas berlatih tanding dengan PSIM Jogjakarta di Stadion Mandala Krida beberapa waktu lalu. (Foto: Persekabpas for Jawa Pos Radar Bromo)
BANTU SERANGAN: Otavio Dutra yang diturunkan saat Persekabpas berlatih tanding dengan PSIM Jogjakarta di Stadion Mandala Krida beberapa waktu lalu. (Foto: Persekabpas for Jawa Pos Radar Bromo)

PASURUAN, Radar Bromo-Fondasi Persekabpas untuk mengarungi Liga 3 musim 2026-2027 kian kuat. Tim besutan Bio Paulin ini juga semakin matang. Training center yang dilakukan klub berjuluk Laskar Sakera ini efektif karena kombinasi pemain baru dan lawas sudah nyetel.

Sebagai bukti, Persekabpas berhasil menahan imbang PSIM Jogjakarta saat berlatih tanding. PSIM adalah tim yang saat ini bermain di kasta tertinggi kompetisi sepakbola Indonesia. Ini menjadi penanda bahwa Persekabpas sudah membangun konstruksi ke arah positif.

“Kombinasi pemain mulai matang. Anak-anak memainkan strategi yang efektif. Tentu saya senang dengan hasil ini walau hanya laga ujicoba,: beber Bio Paulin.

Memang dalam laga yang digelar Selasa (18/8) lalu di Stadion Mandala Krida, skuadnya kebobolan lebih dulu setelah Ahmad Agung membobol gawang Persekabpas. Tapi ketertinggalan itu justru memacu Nofi Atmaja CS untuk terus berusaha menyamakan kedudukan. Hingga kemudian Beto Goncalves berhasil mencetak gold an skor menjadi 1-1.

Meski hanya menuai seri, bagi Bio Paulin, hasil itu tak hanya menjadi pelecut dirinya. Dia melihat sejak TC di Jogjakarta, ada progress yang maju di tubuh timnya.

“Pemain senior seperti Otavio Dutra dan Beto Goncalves, mampu membimbing teman-temannya yang muda. Cara bermain mereka juga sejalan karena sama-sama punya visi,” beber Bio Paulin.

SUDAH NYETEL: Zanuar Ardani yang dikawal ketat pemain PSIM Jogjakarta. (Foto: Persekabpas for Jawa Pos Radar Bromo)
SUDAH NYETEL: Zanuar Ardani yang dikawal ketat pemain PSIM Jogjakarta. (Foto: Persekabpas for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Begitu juga dengan pemain lawas seperti Ali “Kacong” Mashori hingga Zanuar Ardani yang begitu tenang di posisinya. “Mereka tahu PSIM adalah tim hebat dan kasta mereka lebih tinggi. Tapi anak-anak tidak gentar. Justru mereka terpacu untuk menang,” beber Bio Paulin.

TC yang dilakukan Persekabpas di Jogjakarta masih akan berlangsung selama sebulan lagi. Selama itupula Bio Paulin punya tugas penting yakni mencari siapakah pemain yang layak untuk masuk starting eleven.

“Di sinilah tantangan para pemain. Selama TC, mereka harus menunjukkan kemampuan terbaiknya. Supaya bisa masuk ke tim inti. Tapi saya senang karena lini pemain kami merata. Ini akan memudahkan saya untuk meramu tim saat kompetisi resmi nanti,” kata pria yang di musim sebelumnya menukangi Pasuruan United itu.

Setelah melawan PSIM Jogjakarta, kata Bio Paulin, Persekabpas masih punya agenda lain untuk menggelar ujicoba. Kemungkinan, kata Bio, lawan yang akan mereka ajak sparring adalah Persis Solo, tim yang kini berlaga di kompetisi Liga 2 atau setingkat lebih tinggi dari Persekabpas.

Manajemen Persekabpas memang tak main-main untuk menghadapi kompetisi musim baru nanti. Managing Director Persekabpas Pasuruan Bayu Aji Handayanto memang menargetkan Persekabpas harus segera naik level ke Liga 2. “Kami tak ingin berlama-lama di Liga 3,” kata Bayu. (fun)

Editor : Abdul Wahid
psim persekabpas liga 3