Persekabpas Kirim Skuad ke Jogjakarta Jalani Training Sebulan, Pemain Juga Sudah Diberi Gaji

Muhamad Busthomi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:10 WIB
PERSIAPAN KOMPETISI: Pemain Persekabpas saat berlatih di Lapangan Plumbon, Pandaan. Selama sebulan para pemain kini mengikuti training center ke Jogjakarta. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
PERSIAPAN KOMPETISI: Pemain Persekabpas saat berlatih di Lapangan Plumbon, Pandaan. Selama sebulan para pemain kini mengikuti training center ke Jogjakarta. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

BANGIL, Radar Bromo - Persekabpas mulai mengencangkan persiapan menuju kompetisi Liga 3 Nusantara musim baru. Laskar Sakera mengirim seluruh skuad ke Jogjakarta, Minggu (16/8), untuk menjalani training camp (TC) selama sebulan.

Skuad bertolak dari Sport Centre Persekabpas di kawasan Stadion R. Soedrasono Pogar, Bangil. Para pemain berangkat menggunakan satu bus menuju Jogjakarta.

TC panjang itu menjadi fase penting sebelum kompetisi bergulir. Manajemen tidak hanya mengejar peningkatan fisik. Kekompakan dan chemistry antarpemain juga menjadi sasaran utama.

Managing Director Persekabpas Bayu Aji Handayanto mengatakan, waktu sebulan di Jogjakarta akan dimanfaatkan untuk membangun fondasi tim.

Pemain diharapkan semakin memahami karakter rekan setim sekaligus pola permainan yang disiapkan pelatih.

”Chemistry akan terbentuk karena sering bermain bersama. Ketika melakoni laga demi laga, jatuhnya adalah santai, fokus, dan tenang,” kata Bayu.

Untuk menguji perkembangan tim, sejumlah pertandingan uji coba disiapkan selama TC. Persekabpas membidik lawan dari berbagai level kompetisi. Beberapa tim profesional masuk dalam radar.

Di antaranya PSIM Jogjakarta dan Madura United. Sejumlah klub Liga 2 dan Liga 3 juga diproyeksikan menjadi lawan uji coba.

Head coach Persekabpas Bio Paulin mengatakan, laga uji coba menjadi bagian penting dari TC. Pertandingan tersebut akan digunakan untuk melihat kesiapan pemain sekaligus menemukan kelemahan yang masih harus dibenahi.

”Nanti di TC kami juga akan agendakan beberapa uji coba melawan tim-tim profesional. Ini penting untuk mengukur sejauh mana kesiapan tim, mengevaluasi kekurangan, sekaligus memastikan kesiapan mereka,” ujar Bio.

Menurut dia, pemain tidak cukup hanya menjalani latihan. Mereka harus merasakan atmosfer pertandingan agar penerapan strategi dan pola permainan bisa diuji sebelum kompetisi resmi.

Bio juga tidak ingin Persekabpas terlalu lama berkutat di kasta ketiga. Musim ini, target yang dipatok adalah promosi ke Liga 2. ”Kami sadar ini tidak mudah. Namun dengan kerja keras, disiplin, dan persiapan yang maksimal, kami akan berusaha mewujudkannya,” tegasnya.

Manajemen pun memasang target serupa. Tiket Liga 2 menjadi sasaran utama Laskar Sakera. Bahkan, perjalanan musim ini diharapkan berakhir dengan gelar juara Liga 3. ”Tugasnya hanya satu, yakni harus lolos,” tegas Bayu.

Dari sisi kesiapan, manajemen menyebut persiapan tim sudah mencapai sekitar 80 persen. Bukan hanya komposisi pemain dan program latihan yang disiapkan. Persoalan hak pemain, pelatih, dan ofisial juga mulai dibereskan.

Bayu menyebut sekitar 60 persen gaji pemain, pelatih, dan ofisial telah dibayarkan meski kompetisi belum dimulai. Manajemen menargetkan seluruh kewajiban tersebut selesai sebelum kick-off.

”Ini belum tanding sudah kami berikan 60 persen dari gajinya. Nanti ketika sudah mau kick-off, seluruh gajinya akan kami lunasi,” ujarnya.

Pembayaran tersebut diharapkan membuat pemain lebih tenang menghadapi persiapan kompetisi. Fokus tim pun diarahkan sepenuhnya ke latihan dan pertandingan. (tom/fun)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
persekabpas liga 3 liga nusantara laskar sakera