Atlet Muaythai Asal Nguling Pasuruan Ini Sabet Emas di IMC 2026, Berpeluang Gabung Puslatda

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:27 WIB
JUARA: Ali Ridho, atlet Muaythai Kabupaten Pasuruan yang berhasil meraih medali emas di nomor 67 Kg U-24 putra dalam ajang Indonesia Muaythai Championship 2026. (Foto: Istimewa)
JUARA: Ali Ridho, atlet Muaythai Kabupaten Pasuruan yang berhasil meraih medali emas di nomor 67 Kg U-24 putra dalam ajang Indonesia Muaythai Championship 2026. (Foto: Istimewa)

 

PASURUAN, Radar Bromo – Perjuangan atlet Muaythai Pasuruan di level nasional kembali membuahkan hasil. Di ajang Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026, atlet asal Kabupaten Pasuruan berhasil meraih medali emas.

Dia adalah Ali Ridho yang turun di nomor 67 Kg U-24 putra. Atlet berusia 21 tahun asal Dusun Pereng, Desa Watuprapat, Kecamatan Nguling. Dia berhasil menembus partai final  dan mengalahkan atlet asal DKI yogyakarta.

Ajang IMC 2026 merupakan kejuaraan nasional (kejurnas) yang diikuti atlet seluruh Indonesia. Kejuaraan ini digelar di GOR Abdur Rosyad Irwan, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 4–9 Agustus lalu. Ali Ridho tergabung sebagai kontingen Jawa Timur.

Selama di kejurnas, Ali harus menjalani sejumlah pertandingan dalam rangkaian kejuaraan tersebut. Perjalanannya dimulai dari babak penyisihan hingga akhirnya mampu mencapai partai final. "Saya menjalani tiga pertandingan dari penyisihan sampai final," kata Ali Ridho.

Ali bilang, pertandingan pada babak penyisihan justru menjadi salah satu tantangan terberat yang harus dihadapinya. Sebab, lawan yang dihadapi memiliki kondisi fisik yang kuat sehingga sejumlah serangan yang dilancarkannya sempat tertahan.

"Babak penyisihan menjadi yang paling menantang karena lawan memiliki fisik yang kuat sehingga serangan saya sempat tertahan," ujarnya.

Meski menghadapi kendala itu, Ali mampu melewati pertandingan demi pertandingan. Ia terus berusaha membaca permainan lawan sekaligus menyesuaikan strategi di atas ring. Hingga akhirnya Ali berhasil melaju ke babak final.

Di pertandingan final, Ali kembali bertemu dengan wakil Jawa Tengah. Menghadapi lawan yang sudah dipelajarinya, Ali mengaku tidak ingin terburu-buru dalam melancarkan serangan.

Ia terlebih dahulu mengamati gaya bertanding lawannya untuk mencari celah. Setelah menemukan peluang, barulah Ali berusaha mempercepat eksekusi serangan.

"Di final saya bertemu perwakilan dari Jawa Tengah. Saya mempelajari gaya bertandingnya terlebih dahulu untuk mencari celah dan mempercepat eksekusi," jelasnya.

Bagi Ali, tampil di ajang tingkat nasional menjadi pengalaman penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet Muaythai.

Selain menguji kemampuan, pertandingan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengukur sejauh mana hasil latihan yang selama ini dijalaninya.

Ali berharap kiprahnya di Kejurnas Muaythai Indonesia dapat menjadi pijakan untuk meraih target yang lebih tinggi. Salah satunya adalah lolos seleksi Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur.

"Harapan saya setelah kejurnas ini bisa lolos seleksi Puslatda Jatim dan menyumbang medali emas di PON," tegas Ali.

Ketua Muaythai Kabupaten Pasuruan, Serno Lesmana, mengapresiasi perjuangan Ali yang telah membawa nama Kabupaten Pasuruan di ajang nasional tersebut. Terlebih, dalam kejuaraan kali ini Kabupaten Pasuruan hanya mengirimkan satu atlet.

Menurut Serno, capaian tersebut tidak lepas dari kerja keras para atlet dan pelatih. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pelatih yang selama ini membimbing para atlet dengan penuh kesabaran.

"Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pelatih yang telah membimbing dengan penuh kesabaran, serta kepada para atlet yang terus berlatih keras, pantang menyerah, dan telah mengharumkan nama Kabupaten Pasuruan dan Jawa Timur dengan raihan prestasi yang terus meningkat dari waktu ke waktu," ujar Serno.

Ia menilai, prestasi yang diraih Ali menjadi bukti bahwa pembinaan atlet Muaythai di Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan perkembangan. Kerja keras, kedisiplinan, serta semangat juang para atlet menjadi bagian penting dalam pencapaian tersebut.

"Prestasi ini adalah bukti kerja keras, kedisiplinan, dan semangat juang yang tak pernah padam," tegasnya.

Serno berharap perkembangan prestasi atlet Muaythai Kabupaten Pasuruan mendapat perhatian lebih dari KONI Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, dukungan terhadap cabang olahraga tersebut diperlukan agar proses pembinaan bisa berjalan semakin baik dan berkelanjutan.

Bukan hanya dalam bentuk dukungan pembinaan atlet, tetapi juga sarana dan prasarana serta berbagai pendampingan yang dibutuhkan.

"Besar harapan saya, dengan prestasi yang semakin meningkat ini, KONI dapat lebih memperhatikan cabor Muaythai Kabupaten Pasuruan, baik dalam hal pembinaan, dukungan sarana prasarana, maupun berbagai bentuk pendampingan yang dibutuhkan," jelasnya.

Menurut Serno, dukungan tersebut penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan. Dengan pembinaan yang lebih maksimal, ia optimistis semakin banyak atlet Muaythai Kabupaten Pasuruan yang mampu bersaing di level lebih tinggi.

"Sehingga ke depannya kami dapat melahirkan lebih banyak lagi atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing hingga tingkat provinsi bahkan nasional," bebernya. (zen/fun)

Editor : Abdul Wahid
IMC 2026 pasuruan muaythai