Persekabpas Bangun Tim Petarung, Bio Paulin: Kami Hindari Pemain Malas

Muhamad Busthomi • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 06:09 WIB
BENTUK KOMPOSISI TIM: Suasana latihan pemain Persekabpas di Lapangan Plumbon, Pandaan, Kamis (7/8) sore. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
BENTUK KOMPOSISI TIM: Suasana latihan pemain Persekabpas di Lapangan Plumbon, Pandaan, Kamis (7/8) sore. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

BANGIL, Radar Bromo– Persekabpas tak ingin membuang waktu. Saat sebagian kontestan Liga 3 Nusantara 2026 masih merancang komposisi tim, Laskar Sakera sudah lebih dulu menggelar latihan. Hampir sepekan terakhir, puluhan pemain ditempa di Lapangan Plumbon, Pandaan, sebagai langkah awal membangun tim yang dibidik bersaing memperebutkan gelar juara.

Latihan perdana tak sekadar mengembalikan kondisi fisik pemain usai libur kompetisi. Tim pelatih mulai menanamkan identitas permainan yang akan menjadi ciri khas Persekabpas musim ini.

Pelatih Pesekabpas Bio Paulin mengatakan, latihan dibuka dengan seleksi terbuka sesuai regulasi kompetisi. Di saat yang sama, tim pelatih mulai menyusun chemistry antarpemain dan memperkenalkan strategi yang akan diterapkan selama kompetisi.

”Awal latihan, biasa, open seleksi sesuai regulasi sambil persiapan sedikit-sedikit chemistry. Sudah mulai masuk ke strategi yang akan kita pakai karena hampir semua pemain baru. Jadi kita harus mulai kasih pemahaman strategi yang kita mau pakai,” ujarnya.

Menurut Bio, mayoritas pemain baru bergabung musim ini. Karena itu, pemahaman taktik tidak bisa menunggu hingga kompetisi semakin dekat. Jika nanti menjalani pemusatan latihan, materi akan ditingkatkan, baik dari sisi taktikal maupun fisik.

”Nanti kalau ada TC kita dorong mereka supaya dapat lebih taktikal, fisikal, semua itu,” katanya.

Persekabpas musim ini memang dihuni sejumlah nama berpengalaman seperti Bayu Gatra dan Dandi Maulana. Kehadiran mereka bukan hanya diharapkan mengangkat kualitas permainan. Tetapi juga menularkan mental bertanding kepada pemain-pemain muda.

Bio menegaskan, dirinya ingin membangun tim yang memiliki karakter pemenang. Tim yang bekerja keras, pantang menyerah, dan tidak mudah puas.

”Saya mau karakter tim pemenang. Karakter berjuang, bekerja keras, tidak mau kalah. Saya tidak ingin ada pemain malas-malasan,” tegasnya.

Peran pemain senior, lanjut Bio, menjadi sangat penting dalam proses tersebut. Mereka harus menjadi contoh. Bukan hanya lewat kemampuan teknis, tetapi juga etos kerja di lapangan.

”Justru saya harapkan mereka tunjukkan supaya anak-anak muda belajar dari mereka karena mereka sudah matang. Senior harus dorong motivasi dan karakter ke pemain muda,” ucapnya.

Bio menilai, sistem permainan modern menuntut seluruh pemain bekerja dalam satu irama. Menyerang, bertahan, hingga transisi harus dilakukan bersama. Satu pemain saja yang tidak menjalankan tugasnya bisa merusak keseluruhan skema permainan.

”Menyerang, bertahan, transisi itu harus baik. Kalau taktikal ada satu pemain saja yang tidak kerja, itu jadi masalah. Makanya pemain senior harus paling utama bekerja keras. Kalau senior malas, pemain muda pasti ikut,” katanya.

Saat ini sekitar 30 pemain mengikuti latihan. Jumlah tersebut masih bisa bertambah selama proses seleksi berlangsung.

Namun, Bio menegaskan penilaian tidak hanya berdasarkan kemampuan individu. Ia mengaku lebih memilih melihat konsistensi pemain selama proses persiapan ketimbang terpukau penampilan sesaat.

”Banyak pemain waktu seleksi bagus-bagus. Tapi begitu sudah masuk TC mulai malas-malasan. Nah, itu yang saya tidak mau terjadi di Persekabpas,” pungkasnya. (tom/fun)

Editor : Abdul Wahid
persekabpas laskar sakera