PASURUAN, Radar Bromo-Pasuruan United punya kesempatan mengukir sejarah lebih dalam. Klub berjuluk Laskar Santri Mbeling itu menang di babak semifinal dan lolos ke final Liga 4 Zona Nasional!
Tim besutan Bio Paulin itu berhasil menaklukkan Persinga Ngawi dengan skor 5-4 (adu penalti). Saat waktu normal, kedua tim hanya bermain imbang 0-0.
Kemenangan itu jelas disambut antusias para penggawa Pasuruan United bersama jajaran manajemen dan ofisial. Apalagi laga semifinal dihadiri dan disaksikan Ketua PSSI Erick Thohir.
Jalannya laga semifinal yang disebut-sebut derby Jatim sendiri berjalan seru. Baik Pasuruan United dan Persinga Ngawi, sama-sama tampil ngotot.
Namun selama laga babak pertama, kedua tim nampak bermain hati-hati. Terutama pemain di lini tengah yang begitu disiplin dan menghindari kesalahan.
Di babak kedua, permainan keduanya juga sama. Namun keduanya lebih banyak melakukan serangan lewat sektor sayap.
Sayang selama 2x45 menit, tak ada gol yang tercipta. Sehingga laga harus dilanjutkan dengan adu penalti.
Masing-masing tim sudah menyiapkan algojonya. Pasuruan United menyiapkan M Nurhacqiqi, Ahmad Burhan Afiludin, Racksa Surya Wijaya, Saifullah dan Muhammad Ardiansyah Putra.
Kelimanya berhasil mencetak gol. Sementara dari lima penendang Persinga Ngawi, satu penendanng mereka yakni Zulkhairi, gagal.
Tendangannya kea rah kiri gawang, ditepis penjaga gawang Pasuruan United, Marendra Eka Budi Ardhitya.
Setelah memenangi adu penalti, seketika itu Stadion Mandala Krida di Jogjakarta pecah. Para pemain Laskar Santri Mbeling dan jajaran ofisial langsung riang gembira.
Atas lolosnya Ricko Hardiansyah CS ke final, para pemain juga sudah tentu bakal diganjar bonus kembali. Sebelumnya, manajemen telah menggelontorkan Rp 300 juta, setelah Pasuruan United lolos ke semifinal
Jika kalah di laga final dan Pasuruan United hanya meraih runner up alias juara kedua, manajemen tetap menyiapkan bonus sebesar Rp 100 juta.
Tetapi jika skuadra Pasuruan United memenangi laga final dan menjadi juara 1, maka manajemen bakal menambah Rp 250 juta.
Jika dihitung, bonus yang disiapkan manajemen selama di zona nasional Liga 4 Piala Presiden ini, tembus Rp 1,1 miliar.
“Skema bonus ini sudah kami siapkan semenjak lama. Bahkan sudah diumumkan ke pemain saat beranjak ke zona nasional. Ini menjadi motivasi untuk para pemain agar selalu memenangi laga,” beber Presiden Pasuruan United, Bayu Aji Handayanto kepada Jawa Pos Radar Bromo.
Manajer Pasuruan United Fitroh Mucharrom menambahkan, kedua tim bermain bagus, dan sama-sama disiplin.
Sebelumnya, Pasuruan United sudah pernah bertemu. Sehingga Pasuruan United sudah bisa mengantisipasi dan mempelajari laga di semifinal, meski sebenarnya permainan berjalan ketat.
"Berkat permainan bagus dan disiplin, akhirnya keluar menjadi pemenang di derby Jatim ini. Patut disyukuri, sesuai dengan target yang diharapkan," beber Fitroh.
Di partai puncak babak final nanti, Pasuruan United akan menghadapi Pesik Kuningan yang dalam laga semifinal juga berhasil menang dari drama adu penalti dengan skor 5-4 atas PS Ngada. Adu penalti ini setelah keduanya bermain imbang 1-1.
Baca Juga: Pasuruan United Lolos Semifinal, Presiden Klub Langsung Gelontor Bonus Rp 300 Juta
Partai final antara Pasuruan United dan Pesik Kuningan ini seperti mengulang laga terakhir babak 8 besar Grup A. Saat itu Pasuruan United menekuk Pesik Kuningan dengan skor 2-0 dan akhirnya lolos ke semifinal dengan status juara Grup A. (zal/fun)
Editor : Fandi Armanto