PASURUAN, Radar Bromo–Pasuruan United punya kans besar melangkah ke babak 8 besar Liga 4 Piala Presiden. Syaratnya, tim berjuluk Laskar Santri Mbeling ini wajib menang saat bersua tim kuat Persipani Paniai dalam laga kedua babak 16 besar Grup DD Putaran Nasional Liga 4 Piala Presiden.
Laga krusial penentu tiket delapan besar ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Sriwedari, Kota Surakarta, pada Selasa (23/6) sore. Kick off bakal dilangsungkan pukul 15.15.
Pertandingan ini diprediksi berjalan sengit, mengingat kedua tim saat ini sama-sama mengantongi tiga poin. Itu, setelah keduanya sukses memetik kemenangan pada laga perdana mereka.
Manajer Pasuruan United Fitroh Mucharrom mengingatkan anak asuhnya untuk mewaspadai kekuatan penuh dari tim lawan.
"Persipani adalah tim yang kuat. Para pemain mereka memiliki kecepatan tinggi, terutama di sektor sayap serta lini pertahanan yang cukup kokoh. Hal itu yang harus diantisipasi secara matang oleh skuad kita," ujar Fitroh.
Meskipun menyadari kekuatan Persipani, jajaran pelatih klub berjuluk Laskar Santri Mbeling ini mengaku telah mengantongi peta kekuatan lawan.
Tim pelatih sudah mempelajari skema permainan Persipani, saat mereka menumbangkan Celebest FC pada pertandingan pertama lalu.
"Target kami tetap meraih tiga poin penuh, demi mengamankan posisi dan mempercepat langkah lolos ke babak delapan besar. Strategi antisipasi khusus melawan Persipani sudah kami siapkan dengan matang," tegas Fitroh.
Menyinggung soal strategi lapangan, Pasuruan United diprediksi tidak akan banyak merombak formasi dan susunan pemain utama (line-up) yang diturunkan saat mengalahkan Persepam di laga sebelumnya.
Namun Laskar Santri Mbeling dipastikan kehilangan dua pilar utama yaitu Teddy dan Akbar, yang harus absen pada laga sore tersebut.
"Pengganti untuk kedua pemain tersebut sudah siap. Kualitas dan kemampuan teknis mereka hampir sama serta setara, jadi tidak ada masalah di lini pelapis," tambahnya.
Fitroh menegaskan, kondisi mental dan fisik seluruh penggawa Pasuruan United saat ini dalam performa puncak. Selama berada di Surakarta, tim rutin menggelar latihan pagi untuk menjaga kebugaran tubuh.
"Para pemain berkomitmen untuk tampil ngotot dan ngeyel sejak menit pertama hingga laga usai. Pertandingan melawan Persipani ini sangat penting karena menjadi laga penentu tiket lolos ke babak berikutnya," beber Fitroh. (zal/one)
Editor : Muhammad Fahmi