Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Atlet Triathlon Kota Probolinggo Siap Tempur di Kejurda Jatim setelah Borong Medali di Sejumlah Kejuaraan

Inneke Agustin • Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:40 WIB
SEMANGAT: Dilan Dimetrius Wiwasata saat di ajang Kejuaraan Aquathlon Piala Wali Kota Surabaya di Unesa, Minggu (14/6) lalu. (Foto: FTI for Jawa Pos Radar Bromo)
SEMANGAT: Dilan Dimetrius Wiwasata saat di ajang Kejuaraan Aquathlon Piala Wali Kota Surabaya di Unesa, Minggu (14/6) lalu. (Foto: FTI for Jawa Pos Radar Bromo)

PROBOLINGGO, Radar Bromo, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan para atlet FTI Kota Probolinggo. Dalam sejumlah kejuaraan tingkat provinsi hingga internasional yang digelar sepanjang Mei dan Juni 2026, para atlet berhasil mengoleksi sejumlah medali sekaligus menambah jam terbang menghadapi kompetisi yang lebih bergengsi.

Salah satu wali atlet FTI Kota Probolinggo, Robby Ade Putra mengatakan bahwa pada ajang Kejurprov Aquathlon yang berlangsung di Kabupaten Mojokerto pada 31 Mei lalu, Kota Probolinggo mengirimkan 10 atlet untuk bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Dari keikutsertaan tersebut, tiga atlet berhasil mempersembahkan medali untuk Kota Probolinggo.

Evander Damares sukses meraih medali emas, sementara Fakhri Firmansyah menyabet medali perak dan Chalista Naurren membawa pulang medali perunggu.

“Alhamdulillah, dari Kejurprov Aquathlon di Mojokerto kami berhasil membawa pulang tiga medali. Ini menjadi hasil yang cukup baik dan menunjukkan perkembangan atlet-atlet muda Kota Probolinggo,” ujar Robby.

Di sisi lain, dua atlet andalan Kota Probolinggo tidak mengikuti Kejurprov karena sedang menjalani persiapan untuk agenda internasional.

Maurizka Nur Azizah tampil pada ajang Asia Junior Cup di Kampar, Malaysia.  Sementara Leader Matthew Wisanggeni mendapat undangan langsung dari World Triathlon untuk mengikuti pemusatan latihan selama kurang lebih satu pekan di China.

Usai mengikuti pemusatan latihan tersebut, Leader juga turun pada ajang 2026 Asia Super Sprint Elite, Youth, dan U-15 di Xuzhou, China, pada 13 Juni lalu.

“Dalam kompetisi yang diikuti atlet-atlet terbaik Asia tersebut, ia berhasil finis di peringkat ke-10 dengan selisih waktu kurang dari satu menit dari para juara yang berasal dari Kazakhstan, Jepang, dan China,” sebut ayah dari atlet Leader dan Dilan tersebut.

Bukan hanya itu. Pada Minggu (14/6) lalu, sejumlah atlet FTI Kota Probolinggo mengikuti Kejuaraan Aquathlon Piala Wali Kota Surabaya yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Sejumlah atlet triathlon Kota Probolinggo dalam sebuah kejuaraan. (Foto: FTI for Jawa Pos Radar Bromo)
Sejumlah atlet triathlon Kota Probolinggo dalam sebuah kejuaraan. (Foto: FTI for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Dari ajang tersebut, Kota Probolinggo kembali menambah koleksi medali melalui M. Fikri Al Asyar yang meraih medali perak pada kategori usia 16-19 tahun serta Dilan Dimetrius Wiwasata yang juga meraih medali perak pada kategori usia 10-12 tahun.

Menurut Robby, seluruh hasil yang diraih para atlet akan menjadi bahan evaluasi sekaligus modal penting menghadapi Kejuaraan Daerah (Kejurda) Aquathlon Jawa Timur yang akan berlangsung di Situbondo pada 27-28 Juni 2026 mendatang.

Untuk kategori usia 12-13 tahun, FTI Kota Probolinggo akan menurunkan Dilan Dimetrius Wiwasata. Sementara pada kategori usia 14-16 tahun, Chalista Naurren dipersiapkan sebagai salah satu andalan.

Adapun pada kategori Open yang menjadi ajang perebutan poin dan kuota menuju persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, Kota Probolinggo akan mengandalkan M. Fikri Al Asyar, Fakhri Firmansyah, Leader Matthew Wisanggeni, Evander Damares, dan Maurizka Nur Azizah.

Robby mengakui persaingan di Kejurda nanti akan berlangsung ketat. Pasalnya, para atlet Kota Probolinggo harus berhadapan dengan atlet-atlet Jawa Timur yang telah memiliki pengalaman tampil di PON maupun SEA Games 2025.

Meski demikian, pihaknya optimistis para atlet mampu memberikan penampilan terbaik. Selain meningkatkan kemampuan teknik dan fisik, pembinaan mental juga terus dilakukan agar para atlet tidak mudah gentar menghadapi lawan yang lebih berpengalaman.

“Kami terus menguatkan mental mereka agar tidak takut bersaing dan tetap semangat dalam berproses. Yang terpenting etika dan sportivitas tetap dijaga. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik, sisanya kami serahkan kepada Tuhan,” pungkasnya. (gus/fun)

Editor : Abdul Wahid
#Kejurprov #triathlon #kejurda