JEMBER, Radar Bromo-Inilah indahnya sepak bola. Selama peluit akhir belum ditiupkan wasit, maka semuanya masih bisa berubah. Hal dramatis itu seperti tersaji di laga pemungkas grup X babak 32 besar Liga 4 Zona Nasional atau Piala Presiden di Jember.
Menit sudah menunjukkan 90 lebih. Wasit di tepi lapangan memberi tanda injury time 6 menit di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember.
Skor di lapangan masih menunjukkan 0-0. Bila skor itu berakhir, Pasuruan United dipastikan gagal lolos ke fase selanjutnya; babak 16 besar.
Sebab, di laga lainnya, Persid Jember mampu meraih kemenangan 1-0 atas Persiharjo di Jember Sport Garden (JSG) dalam waktu yang hampir bersamaan.
Dengan begitu, bila laga Pasuruan United v Persak berakhir 0-0, maka Persak dan tuan rumah Persid Jember bakal melaju ke babak selanjutnya.
Kondisi itu membuat Laskar Santri Mbeling –julukan Pasuruan United- terus menggempur tuan rumah di akhir laga.
Di menit 92, Pasuruan United mendapat tendangan bebas hanya sejengkal di luar kotak penalti.
Baca Juga: Pasuruan United Pupuskan Mimpi Tuan Rumah Lolos 16 Besar Liga 4 Nasional Usai Tekuk Persak Kebumen
Pemain Pasuruan United bernomor punggung 6 mengambil tendangan bebas. Bidikannya pas ke pojok sisi kiri gawang Persak. Sayang tendangannya berhasil ditepis kiper lawan.
Kegagalan itu tak membuat pemain Pasuruan United patah arang. Bola keluar langsung diambil, untuk menyingkat waktu.
Segera, tendangan sudut dilakukan. Umpan lambung ke tiang jauh dikirim. Rupanya bola lambung itu berhasil dimanfaatkan Noel C Hubby.
Tandukan pemain yang masuk dari bangku cadangan itu berhasil memecah kebuntuan. Gol tercipta.
Para pemain Pasuruan United pun bersuka cita. Termasuk sang pelatih, Bio Paulin. Ia mengepalkan kedua tangannya ke atas.
Selepas gol dramatis di menit ke-93 itu, pertandingan nampak sudah “berakhir”.
Pemain Persak meskipun kalah 0-1, dipastikan tetap melaju ke babak 16 besar, karena unggul head to head atas tuan rumah Persid.
"Target lolos ke 16 besar sudah tercapai," kata manajer Pasuruan United Fitroh Mucharrom penuh semangat.
Sepanjang pertandingan, secara teknis permainan Richo Hardiansyah cs lebih dominan di laga itu.
“Kalau draw, kami yang kalah. Para pemain sudah bermain maksimal, tampil ngotot dan ngeyel," tuturnya.
Sementara itu, lolosnya skuad Laskar Santri Mbeling disambut gembira Presiden Klub Pasuruan United Bayu Aji Handayanto.
"Alhamdulillah lolos babak 16 besar, kami siap jadi tuan rumah yang baik," tegasnya.
Ia sangat mengapresiasi penampilan para pemainnya. Sebab, laga pemungkas itu sangat tidak mudah.
Selain tampil di bawah tekanan karena diwajibkan menang. Venue laga juga kurang layak. "Lapangan hancur, jadi kami pakai taktik tarkam," terangnya. (zal/mie)
Editor : Muhammad Fahmi