BANGIL, Radar Bromo-Duel sengit bakal tersaji di Stadion Soedarsono, Pogar, Bangil, sore nanti. Dua tim yang sama-sama berpeluang lolos ke babak 32 besar Liga 4 Piala Presiden yakni Pasuruan United dan Persigar Garut, akan bertemu. Sebagai tuan rumah, Pasuruan United bertekad untuk meraih tiga poin agar keluar sebagai juara Grup N.
Laga yang kick off-nya pukul 15.15 ini menjadi pertandingan terakhir babak 64 besar untuk Grup N.
Sehingga laga lainnya antara PSAP Sigli dan Bolsel FC digelar di Stadion Untung Suropati, Kota Pasuruan, dengan jadwal kick off yang sama.
Pasuruan United sejatinya hanya cukup meraih hasil seri. Begitu juga dengan Persigar Garut. Sebab dua tim ini sama-sama mengoleksi 4 poin dan hanya beda selisih gol. (lihat grafis)
Meski hanya butuh seri, pantang bagi Pasuruan United untuk main mata dengan Persigar Garut. Tim berjuluk Laskar Santri Mbeling ini tetap menargetkan bisa meraih kemenangan.
Sebab, PSAP Sigli yang mengoleksi 2 poin, bisa saja menang di laga terakhirnya sehingga poin tim ini total meraih 5.
"Meskipun hanya seri, kami akan lolos. Namun target kami adalah menang dan raih tiga poin. Ini untuk menjadi penentu juara grup N," kata manajer Pasuruan United Fitroh Mucharrom.
Bermain aman atau main mata, tentu akan mengkhianati sepakbola. Apalagi jika Pasuruan United akhirnya harus keluar sebagai runner up grup N.
Posisi ini tidak akan menguntungkan bagi tim karena Laskar Santri Mbeling tak akan bisa mengajukan kembali tuan rumah di babak 32 besar.
Jelas tim besutan Bio Paulin ini tetap tampil fight sejak babak pertama dimulai. Mereka berniat untuk menguasai jalannya laga. Kemenangan adalah harga mutlak bagi Laskar Santri Mbeling untuk menjaga performa pemain.
Meski begitu, Fitroh menyebut, di pertandingan terakhir ini, ada perubahan taktik. Begitupula dengan komposisi pemain, khususnya di lini tengah.
Fitroh menyebut, di dua laga sebelumnya, Pasuruan United greget serangan dinilai kurang. Selain itu, permainan pun kurang bervariatif. Fitroh menyebut Ricko Hardiansyah CS bermain terkesan terlalu monoton.
Jelas perlu ada perubahan, terutama di lini tengah yang dinilai kurang memberikan suplai untuk lini depan.
"Perubahan ini dilakukan supaya permainan lebih bervariatif lagi, lebih greget dan gol yang tercipta juga lebih banyak," tuturnya.
Siapa saja yang akan diparkir? Fitroh tidak merinci. Namun sejumlah pemain, disiapkan menempati line up untuk melawan Persigar dipertandingan sore nanti. Pasuruan United memiliki banyak pemain untuk menjadi strating eleven.
Namun nama-nama seperti M Nurhacqiqi, dan Shodiq, diyakini tak berubah. Begitu pula Ricko Hardiansyah di lini depan. Lini tengah juga diprediksi tetap diisi Afiludin dan Noel yang dalam dua pertandingan terakhir, banyak memberi kontribusi dalam serangan.
Sedangkan di barisan pertahanan atau lini belakang, Bio Paulin tetap mempercayakan nama seperti Saiful, Fran Adi.
"Para pemain saat ini tetap fight dan siap tempur akan bermain habis-habisan di pertandingan terakhir sore ini," tegasnya.
Pelatih Pasuruan United Bio Paulin menyebutkan, meski ada perubahan komposisi, ini menjadikan dia punya banyak pilihan selama mengarungi zona nasional. Sebab di zona nasional, pertandingan tentu akan menguras tenaga.
“Pemain yang harus istirahat dan kurang maksimal, ditepikan. Sementara mereka yang on fire, diturunkan. Mereka yang tak maksimal jelas akan menjadi evaluasi dari tim kepelatihan,” beber Bio Paulin. (zal/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni