BANGIL, Radar Bromo – Kemenangan di depan mata Pasuruan United buyar secara dramatis pada menit-menit akhir pertandingan.
Menghadapi PSAP Sigli dalam laga sengit babak 64 besar putaran nasional Liga 4 Piala Presiden, skuad berjuluk Laskar Sakera Mbeling tersebut, harus puas berbagi angka dengan skor akhir 1-1 di Stadion R. Soedrasono Pogar, Kecamatan Bangil.
Sejatinya Pasuruan United tampil cemerlang di hadapan ribuan pendukungnya. Ricko Hardiansyah CS langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal.
Namun, rapatnya barisan pertahanan PSAP Sigli, membuat serangan tuan rumah selalu menemui jalan buntu sepanjang babak pertama. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Kebuntuan laga akhirnya pecah pada menit ke-52. Memanfaatkan kemelut di area penalti lawan, gelandang serang bertalenta Pasuruan United, Nur Hacqiqi, sukses menceploskan si kulit bundar ke dalam gawang.
Gol ini langsung membuat gemuruh sorak-sorai Mbeling Warrior – julukan supporter Pasuruan United- memecah seisi stadion, mengubah papan skor menjadi 1-0.
Pasuruan United sebenarnya berpeluang besar untuk menggandakan keunggulan tidak lama setelah gol pertama.
Lagi-lagi Nur Hacqiqi yang berhasil menguasai bola, kembali melepaskan tendangan keras ke arah gawang.
Namun, dewi fortuna belum memihak karena bola hanya membentur mistar gawang dengan keras.
Petaka bagi tuan rumah datang pada menit ke-90. Pelanggaran fatal yang dilakukan oleh pemain belakang Pasuruan United di dalam kotak terlarang, memaksa wasit menunjuk titik putih.
Pemain PSAP Sigli, Sigit Aldiansah, yang maju sebagai eksekutor, tidak menyia-nyiakan peluang emas tersebut dan sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Hingga peluit panjang ditiup, tidak ada gol tambahan yang tercipta bagi kedua kesebelasan.
CEO Pasuruan United, Suryono Pane, angkat bicara mengenai performa timnya. Ia menilai skuadnya sempat kehilangan ketenangan sesaat setelah hukuman penalti tersebut diberikan oleh wasit.
"Sepanjang pertandingan para pemain bermain bagus dan lebih tenang, ada penalti ini pemain menjadi agak grogi," ujar Suryono.
Kendati demikian, Pane-sapaannya- memastikan jajaran manajemen dan tim pelatih akan segera bergerak cepat untuk membenahi mental serta strategi tim.
Dia menegaskan bahwa Pasuruan United tidak boleh lagi kehilangan poin pada sisa laga fase grup demi mengamankan tiket lolos ke babak berikutnya.
"Nanti menjadi evaluasi, dan memaksimalkan dua pertandingan sisa. Wajib menang dan sapu bersih poin," tegasnya.
Dengan hasil seri, Pasuruan United jelas belum aman di Grup N. Sebab di laga lain antara Bolsel FC dan Persigar Garut, laga dimenangkan Persigar Garut dengan skor 2-3, sehingga Persigar Garut menduduki peringkat pertama. (zal/one)
Editor : Fandi Armanto