Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Walau Alami Cidera Retak di Kaki, Rasya Borong Podium di Super Prix Boyolali

Inneke Agustin • Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:45 WIB
MENANG: Hafidz Fahril Rasyadan (biru kuning), pebalap asal Kota Probolinggo saat naik podium di Superchallenge Super Prix 2026 series pertama di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat-Sabtu (22-23/5). (Foto: Imron Hamzah for Jawa Pos Radar Bromo)
MENANG: Hafidz Fahril Rasyadan (biru kuning), pebalap asal Kota Probolinggo saat naik podium di Superchallenge Super Prix 2026 series pertama di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat-Sabtu (22-23/5). (Foto: Imron Hamzah for Jawa Pos Radar Bromo)

 

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Pebalap muda asal Probolinggo, Hafidz Fahril Rasyadan kembali menunjukkan mental juara di lintasan balap nasional. Meski tampil dalam kondisi cedera, pembalap yang akrab disapa Rasya itu sukses memborong podium pada ajang bergengsi Superchallenge Super Prix 2026 seri kedua di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat-Sabtu (22-23/5).

Rasya tampil impresif bersama tim Toger Anti Racing di tengah kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih.

Sehari sebelum balapan berlangsung, pebalap 18 tahun tersebut mengalami kecelakaan saat sesi latihan hingga harus mendapatkan pemeriksaan medis.

Sang ayah, Imron Hamzah mengungkapkan, hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya retak pada bagian kaki Rasya. Namun, semangat bertanding sang pebalap muda tak surut sedikit pun. “Tapi Rasya ingin tetap balapan. Meski cedera, dia tetap memilih turun karena merasa masih mampu bersaing,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Rasya tetap turun di tiga kelas berbeda. Yakni kelas dua tak STD 125 cc, dua tak STD 116 cc Novice, dan empat tak 150 cc Novice. Ketiga kelas itu berlangsung sengit dengan total 12 lap yang menguras fisik dan konsentrasi pembalap.

Hasilnya tak mengecewakan. Rasya sukses menjadi yang tercepat pada kelas dua tak STD 125 cc dan berhak naik podium pertama. Penampilannya di kelas ini terbilang dominan meski harus menahan rasa sakit pada bagian tumitnya.

Sementara di kelas dua tak STD 116 cc Novice, Rasya kembali menunjukkan daya saingnya dengan finis di posisi ketiga. Ia berada di bawah Ferbrian M Yusuf dan Reyhan Zaki, dua pebalap asal Jawa Tengah yang tampil kompetitif sepanjang balapan.

Tak berhenti di situ, Rasya juga berhasil mengamankan podium ketiga pada kelas empat tak 150 cc Novice. Pada kelas tersebut, posisi pertama diraih Reykat Yusuf Fadilah asal Jawa Barat, sedangkan posisi kedua ditempati Jordan Baruru dari Jawa Tengah.

“Di kelas dua tak STD 125 cc dapat juara satu, lalu dua tak STD 116 cc Novice juara tiga, dan empat tak 150 cc Novice juga juara tiga,” terang Imron.

Meski tampil dalam kondisi kurang ideal, Rasya dinilai tetap mampu menjaga ritme balap dan tampil konsisten hingga akhir race. Mental bertanding dan keberaniannya bertarung di lintasan menjadi sorotan tersendiri pada seri Boyolali kali ini.

Usai menjalani balapan, Rasya kini fokus menjalani masa pemulihan cedera. Imron menyebut kondisi putranya terus membaik setelah menjalani terapi pengobatan tradisional. “Sekarang kondisinya sudah enakan setelah dibawa ke sangkal putung. Sudah membaik sekitar 95 persen,” katanya.

Setelah seri Boyolali, Rasya kini mulai bersiap menghadapi Superchallenge Super Prix 2026 seri ketiga yang dijadwalkan berlangsung di Malang pada Jumat-Sabtu (27/6) mendatang.

Dengan performa yang terus meningkat, Rasya diharapkan kembali tampil kompetitif dan menjaga tren positif di ajang balap nasional musim ini. (gus/fun)

Editor : Abdul Wahid
#Rasya #motor #imi #road race #balap