BANGIL, Radar Bromo -Persekabpas Pasuruan belum buru-buru mengunci komposisi skuad untuk menghadapi kompetisi musim 2026. Tim pelatih masih menunggu kepastian regulasi pemain yang akan digunakan operator liga musim ini.
Pelatih Persekabpas Subangkit mengakui, proses finalisasi tim sengaja belum dilakukan meski tim sudah menjalani dua kali uji coba. Masing-masing menghadapi Pasuruan United dan Persik Kediri.
“Kalau pemain senior kami sudah ada gambaran. Tapi untuk komposisi final masih menunggu regulasi resmi musim ini seperti apa,” ujarnya.
Eks pemain Persebaya itu mengatakan, fokus evaluasi saat ini lebih diarahkan pada pemetaan pemain muda. Sebab, regulasi Liga 3 musim lalu cukup ketat dalam pembatasan pemain senior.
Saat itu, setiap klub hanya diperbolehkan mendaftarkan maksimal 10 pemain senior. Sedangkan mayoritas skuad wajib diisi pemain kelompok umur U-20 dan U-22. Bahkan, dalam starting eleven hanya boleh ada lima pemain senior.
Karena itu, menurut Subangkit, kepastian regulasi akan sangat menentukan arah pembentukan tim Persekabpas musim ini.
“Kalau regulasinya mirip musim lalu, tentu kami harus benar-benar selektif memilih pemain senior dan memaksimalkan pemain muda,” katanya.
Dari dua laga uji coba terakhir, tim pelatih mulai mendapat gambaran sejumlah pemain muda potensial yang layak dipertahankan.
Namun, evaluasi masih terus berjalan sebelum manajemen memutuskan komposisi akhir skuad.
Dalam laga melawan Persik Kediri di Stadion R Soedarsono Pogar akhir pekan lalu, Persekabpas memang banyak diperkuat pemain senior berpengalaman seperti Beto Goncalves, Esteban Vizcarra hingga Otavio Dutra. Namun, sejumlah pemain muda lokal juga mulai mendapat menit bermain.
Subangkit menilai, kombinasi pemain senior dan muda tetap menjadi kebutuhan penting. Terutama untuk menjaga keseimbangan permainan sekaligus proses regenerasi tim.
“Kami ingin tim ini kompetitif, tapi pembinaan pemain muda juga tetap jalan,” tandasnya.
Tidak hanya menata tim. Laskar Sakera juga menyiapkan penataan di bidang lain. Termasuk rencana sistem jual-beli tiket yang akan memakai aplikasi.
“Semuanya sedang kami tata. Begitu juga dengan supporter yang menjadi penonton ke dua belas. Sehingga saat jadwal kompetisi keluar, semuanya sudah sistematis,” beber Presiden Direktur Persekabpas, Suryono Pane. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid