Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dua Atlet Triathlon Kota Probolinggo Sabet Medali Kejurnas di Bangka Belitung

Inneke Agustin • Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:30 WIB
MENANG: Leader Matthew Wisanggeni dan Maurizka saat mengikuti Kejurnas Triathlon Seri I 2026 di Kepulauan Bangka Belitung, 15–17 Mei lalu. (Foto: FTI for Jawa Pos Radar Bromo)
MENANG: Leader Matthew Wisanggeni dan Maurizka saat mengikuti Kejurnas Triathlon Seri I 2026 di Kepulauan Bangka Belitung, 15–17 Mei lalu. (Foto: FTI for Radar Bromo)

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Dua atlet muda triathlon Kota Probolinggo kembali menunjukkan tajinya di level nasional. Leader Matthew Wisanggeni, 16, dan Maurizka Nur Azizah, 16, sama-sama sukses membawa pulang sejumlah medali dalam Kejurnas Triathlon Seri I 2026 yang digelar di Kepulauan Bangka Belitung pada 15–17 Mei lalu.

Turun di kategori Junior mewakili Jawa Timur, keduanya tampil impresif meski harus menghadapi lawan-lawan yang mayoritas berusia lebih senior.

Para peserta datang dari berbagai daerah kuat seperti Jawa Barat, Aceh, Lampung, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Riau, NTB hingga tuan rumah Bangka Belitung.

Wali atlet Leader, Robby Ade Putra menjelaskan, sebelum turun di Kejurnas, kedua atletnya telah menjalani pemusatan latihan intensif selama kurang lebih dua bulan di kawasan Pasir Putih, Situbondo.

Program latihan tersebut difokuskan untuk meningkatkan daya tahan fisik, adaptasi medan, hingga kesiapan menghadapi berbagai kondisi cuaca.

KETAT: Leader Matthew Wisanggeni dan Maurizka Nur Azizah sesaat setelah menerima medali di Kejurnas Triathlon Seri I 2026 di Kepulauan Bangka Belitung, 15–17 Mei lalu. (Foto: FTI for Jawa Pos Radar Bromo)
KETAT: Leader Matthew Wisanggeni dan Maurizka Nur Azizah sesaat setelah menerima medali di Kejurnas Triathlon Seri I 2026 di Kepulauan Bangka Belitung, 15–17 Mei lalu. (Foto: FTI for Radar Bromo)

“Persaingan di Kejurnas sangat ketat karena mereka menghadapi atlet-atlet yang usianya di atas mereka. Tapi kegigihan dan mental bertanding keduanya mampu membawa mereka menembus podium di tiga nomor yang diperlombakan,” ujar Robby.

Maurizka tampil konsisten sepanjang kejuaraan. Pada nomor Triathlon atau kombinasi renang, balap sepeda, dan lari, ia berhasil finis di posisi kedua.

Sementara pada nomor Duathlon yang mempertandingkan lari, balap sepeda, dan lari, Maurizka sukses keluar sebagai juara pertama. Prestasi serupa juga ditorehkannya di nomor Aquathlon, yakni kombinasi renang dan lari, dengan kembali merebut podium tertinggi.

Sementara itu, perjuangan Leader tidak kalah dramatis. Pada nomor duathlon, ia sempat mengalami kram kaki saat memasuki etape balap sepeda. Kondisi itu dipicu perubahan cuaca ekstrem. Saat lari pertama berlangsung cuaca terik menyengat, namun hujan deras tiba-tiba turun ketika memasuki sesi bersepeda.

Meski dalam kondisi tidak ideal, Leader tetap mampu mempertahankan performanya hingga finis di posisi kedua.

“Di nomor triathlon, Leader juga mengalami kram perut sehingga harus puas finis di peringkat kedua. Tetapi pada nomor Aquathlon, dia menunjukkan mental juara,” terangnya.

Pada perlombaan Aquathlon yang digelar Minggu (17/5), Leader sempat tercecer di posisi ketujuh saat keluar dari lintasan renang.

Namun perlahan ia mulai memangkas jarak saat memasuki sesi lari. Dengan determinasi tinggi, ia akhirnya berhasil menyalip para pesaingnya dan finis di posisi pertama.

Robby menilai hasil Kejurnas ini menjadi bahan evaluasi penting bagi atlet triathlon, khususnya dalam kesiapan menghadapi perubahan cuaca dan karakter lintasan yang berbeda-beda.

“Triathlon itu olahraga yang menuntut kesiapan total. Atlet harus siap di segala medan dan cuaca. Karena itu asupan makanan, recovery, dan pemanasan harus benar-benar diperhatikan,” katanya.

Robby menyebut, Kejurnas Seri I 2026 menjadi bagian dari persiapan menuju agenda internasional berikutnya. Pada Juni mendatang, kedua atlet tersebut dijadwalkan menjalani camp training di China sekaligus mengikuti Asia Triathlon Super Sprint Elite Youth Championship di China serta Asia Triathlon Junior Cup di Malaysia.

Ia berharap Leader dan Maurizka terus menjaga disiplin latihan serta konsistensi performa tanpa mengabaikan pendidikan formal mereka.

“Mudah-mudahan keduanya bisa terus berkembang menjadi generasi penerus senior-senior triathlon Indonesia yang sebelumnya menjadi penyumbang emas terbanyak di SEA Games Thailand. Saat ini para senior mereka juga sedang mempersiapkan diri menuju Asian Games Jepang,” pungkasnya.

Wali atlet Maurizka, Renni Cahyoningtias mengungkapkan, sejak November 2024 putrinya telah bergabung sebagai atlet pelatnas triathlon.

Maurizka juga sudah menjalani pemusatan latihan di Jasalindo Water Sport, Situbondo. Program latihan yang dijalani pun terbilang sangat ketat dan menguras fisik.

Setiap hari, Maurizka menjalani latihan mulai pukul 05.30 hingga 16.00. Dalam sehari, ia harus menyelesaikan berbagai menu latihan mulai dari renang, balap sepeda hingga lari dengan jeda istirahat sekitar satu hingga dua jam di setiap sesi.

“Latihan renangnya lebih dari 500 meter, larinya sekitar 30 sampai 50 kilometer, dan sepedanya lebih dari 50 kilometer setiap hari. Bahkan pernah latihan sepeda sampai 120 kilometer. Kalau hari Minggu biasanya full istirahat,” ujar Renni.

Renni menyebut cuaca ekstrem menjadi tantangan terbesar selama Kejurnas Triathlon Seri I 2026 berlangsung. Hujan deras sempat mengguyur arena pertandingan pada Sabtu (15/5) pagi. Meski hujan mulai reda pada sore hari, kondisi lintasan berubah licin sehingga jadi cukup menantang bagi atlet.

Meski demikian, Maurizka tetap mampu tampil impresif dan menjaga konsistensi performanya hingga berhasil meraih podium di beberapa nomor perlombaan.

Renni menjelaskan, Kejurnas Triathlon 2026 masih akan berlanjut ke seri berikutnya. Seri kedua dijadwalkan berlangsung di Situbondo pada Juli mendatang, sedangkan seri ketiga akan digelar di Lampung pada Oktober nanti.

Ia berharap capaian yang diraih saat ini menjadi motivasi bagi Maurizka untuk terus berkembang dan menjaga semangat latihan demi menembus level internasional. “Saya berharap Maurizka bisa terus konsisten berlatih dan suatu saat nanti dapat tampil di Asian Games 2026 yang akan digelar di Jepang,” pungkasnya. (gus/fun)

Editor : Abdul Wahid
#triathlon #lari #bersepeda #renang #kejurnas