PASURUAN, Radar Bromo - Hibah bagi cabang olahraga (cabor) yang tergabung dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pasuruan belum dilakukan. KONI masih menunggu pencairan hibah dari Pemkot Pasuruan. Paling cepat awal pekan bulan Mei ini proses pencairan bisa dilakukan.
Ketua KONI Kota Pasuruan, Gangsar Sulistyarso menuturkan, KONI mendapatkan hibah sebesar Rp 911 juta.
Anggaran sebesar itu digunakan untuk operasional kegiatan KONI dan bantuan hibah untuk pengembangan cabang olahraga (cabor). Dana hibah ini belum dicairkan pada cabor
Ada 42 cabor yang menjadi anggota KONI Kota Pasuruan. Namun dari 42 cabor, hanya 37 cabor yang akan dicairkan. Sebab lima cabor lainnya tidak aktif secara keanggotaan. Ada pula yang struktur pengurusnya sudah habis namun belum diperbarui.
"Ada 37 cabor yang akan menerima hibah tahun ini. Tapi kami belum dicairkan pada cabor," katanya.
Dari informasi yang diperoleh, dari lima cabor yang berpotensi tak dapat anggaran itu, empat di antaranya adalah Pabersi (Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia); Pabsi (Perkumpulan angkat Besi Seluruh Indonesia), PBFI (Perkumpulan Binaraga dan Fitness Indonesia), dan Podsi (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia).
Gangsar menjelaskan pencairan hibah dari pemkot ke KONI masih berproses. Pihaknya baru saja menandatangani perjanjian penerimaan hibah.
Paling cepat awal pekan ini, hibah untuk KONI itu bisa dicairkan oleh dinas pariwisata, pemuda dan olahraga (Disparpora).
Selanjutnya, pihaknya bisa segera melakukan hibah pada masing masing cabor. Tentunya prosesnya menunggu pengajuan dari setiap cabor. Begitu pengajuan dilakukan dan dinyatakan lengkap, maka proses pencairan ke masing cabor bisa dilakukan.
"Proses pencairan cabor tunggu hibah dari pemkot. Begitu dicairkan, kami sampaikan ke setiap cabor," jelas Gangsar.
Seperti diberitakan sebelumnya, tahun 2026 menjadi tahun terburuk bagi KONI di Pasuruan dan Probolinggo. KONI empat daerah di Kota-Kabupaten di Pasuruan dan Probolinggo, sama-sama turun anggarannya.
Jumlahnya jauh dari pengajuan dan terbilang signifikan.Diantara empat daerah, hanya Kota Pasuruan yang anggarannya hanya mencapai ratusan juta rupiah. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid