BANGIL, Radar Bromo-Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Pasuruan mulai memasang kuda-kuda tinggi. Induk olahraga rekreasi ini tengah menyiapkan cetak biru Festival Olahraga Kabupaten (Forkab) yang diproyeksikan sebagai ”kawah candradimuka” sebelum terjun ke level yang lebih bergengsi: Festival Olahraga Provinsi (Forprov) Jatim di Kabupaten Jember, November mendatang.
Ajang Forkab kali ini dipastikan bakal lebih meriah. Pasalnya, basis kekuatan KORMI kian gemuk setelah resmi meminang lima Induk Organisasi Olahraga (Inorga) anyar.
Kelimanya adalah BKI (kempo), POTBI (tari baris), FORBASI (baris berbaris), FONI (orientasi/jejak), serta ABI (Asosiasi BMX Indonesia). Masuknya ”darah baru” ini membuat total ada 13 Inorga yang siap beradu tangkas di bawah naungan KORMI Kabupaten Pasuruan.
Ketua KORMI Kabupaten Pasuruan Merita Rusdi Sutejo menegaskan, Forkab menjadi radar utama untuk memantau potensi atlet-atlet rekreasi dari 24 kecamatan yang bakal dikirim ke Jember.
”Penambahan lima Inorga ini otomatis memperluas jangkauan pembinaan kita. Tanggung jawab organisasi dalam mengembangkan olahraga tradisional dan rekreasi juga makin besar,” ungkap perempuan yang akrab disapa Mbak Mela tersebut.
Istri Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo ini menyadari bahwa tantangan anggaran seringkali menjadi jalan buntu bagi organisasi olahraga. Namun, Mbak Mela tetap optimistis. Baginya, keterbatasan finansial jangan sampai membuat aktivitas olahraga rakyat tiarap.
”Justru ini saatnya kita aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak. Sinergi dan koordinasi adalah kunci terbaik,” tegasnya.
KORMI memang tak main-main menatap Forprov Jember. Target yang dipatok cukup ambisius. Harus lebih moncer dan membawa pulang lebih banyak medali dibanding capaian tahun sebelumnya.
Karena itu, Forkab akan dijadikan barometer untuk menyaring inorga mana yang paling siap tempur secara mental dan teknis.
Sekretaris KORMI Kabupaten Pasuruan Pantja Wisnu Ismoyo menambahkan, saat ini pihaknya tengah mematangkan jadwal dan perencanaan teknis agar Forkab berjalan maksimal sebagai ajang seleksi. Ia menekankan pentingnya efektivitas pengiriman kontingen ke Jember nanti.
”Kami harus jeli mengukur mana Inorga yang punya peluang prestasi besar. Mereka yang paling siaplah yang akan diberangkatkan. Sembari jalan, Inorga yang lain tetap kami dorong agar lebih aktif dan terus berkembang,” pungkas Pantja. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid