BANGIL, Radar Bromo – Stadion R Soedarsono, Pogar, Bangil, berubah jadi lautan manusia, Sabtu (25/4) sore. Ribuan suporter memadati tribun untuk menyaksikan laga friendly match antara Persekabpas kontra Pasuruan United.
Atmosfer pertandingan terasa seperti laga kompetitif. Dan memang selain uji coba, laga kali ini juga menjadi momentum perkenalan komposisi anyar Persekabpas ke publik sebelum mengarungi musim kompetisi. Laga ujicoba ini juga menjadi seleksi bagi para pemain.
Sementara bagi Pasuruan United, laga melawan Persekabpas adalah ajang pemanasan sebelum tim berjuluk Laskar Santri Mbeling ini berlaga di zona nasional Liga 4.
Meski laga ujicoba, kedua tim menurunkan skuad terbaiknya. Terutama dari segi regulasi. Sehingga Pasuruan United lebih banyak menurunkan pemain mudanya karena di aturan Liga 4, maksimal harus ada tujuh pemain muda yang diturunkan.
Persekabpas sendiri langsung on fire sejak menit awal. Tekanan demi tekanan akhirnya berbuah gol pada menit ke-18 melalui Hamsa Lestaluhu. Gol itu membuka kran serangan tim berjuluk Laskar Sakera.
Menjelang turun minum, Persekabpas kembali menambah keunggulan. Lagi-lagi Hamsa Lestaluhu mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-45. Skor 2-0 menutup babak pertama.
Memasuki babak kedua, Pasuruan United mencoba bangkit. Hasilnya, Rico Hardiansyah memperkecil ketertinggalan lewat gol cepat di menit ke-48. Kedudukan berubah menjadi 2-1 dan pertandingan sempat memanas.
Namun, Persekabpas kembali menunjukkan dominasi. Samsudin memastikan kemenangan lewat gol di menit ke-67. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Di luar hasil pertandingan, laga ini menjadi simbol kebangkitan sepak bola Pasuruan. CEO Persekabpas, Rusdi Sutejo, menegaskan komitmennya untuk menata ekosistem sepak bola daerah.
“Sepak bola ini olahraga kerakyatan. Pasuruan sudah punya dua tim, mari kita dukung bersama. Harapannya, nama Pasuruan bisa hadir di semua jenjang liga,” ujarnya.
Ia juga membeberkan target masing-masing tim. Pasuruan United saat ini fokus menatap Liga 4 nasional dengan target promosi ke Liga 3.
Sementara Persekabpas membidik lonjakan lebih tinggi. Hal itu juga senafas dengan janji politiknya selama kampanye.
“Persekabpas targetnya naik kasta ke Liga 2. Ini proses yang harus kita bangun bersama,” tegas lelaki yang juga Bupati Pasuruan itu. (tom/fun)
Editor : Fandi Armanto