Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Rasya Pembalap Asal Probolinggo Bersiap Ikuti Super Prix

Inneke Agustin • Sabtu, 4 April 2026 | 11:17 WIB
NGEBUT: Hafidz Fahril Rasyadan, pebalap asal Kota Probolinggo saat tampil di salah satu race dlam sebuah kejuaraan. (IMRON HAMZAH for Jawa Pos Radar Bromo)
NGEBUT: Hafidz Fahril Rasyadan, pembalap asal Kota Probolinggo saat tampil di salah satu race dlam sebuah kejuaraan. (Imron Hamzah for Radar Bromo)

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Pembalap muda asal Probolinggo Hafidz Fahril Rasyadan, 18, langsung kembali memfokuskan diri latihan intensif setelah libur Lebaran.

Ia bersiap mengikuti ajang balap bergengsi Superchallenge Super Prix 2026, yang akan memulai seri perdananya di Tasikmalaya pada 10–11 April mendatang.

Rasya dijadwalkan berangkat menuju lokasi lomba, Senin (6/4). Setibanya di Tasikmalaya, Rasya akan memanfaatkan dua hari berikutnya untuk beradaptasi sekaligus menjalani sesi latihan di sirkuit.

“Selasa dan Rabu dipakai latihan di lokasi. Kamis istirahat, lalu Jumat sudah mulai balapan. Biasanya Super Prix digelar malam hari,” jelas Ayah Rasya, Imron Hamzah.

Sebagai bagian dari persiapan, Rasya menjalani latihan rutin di GOR Mastrip setiap Jumat dan Minggu. Selain fisik dan teknik, kesiapan mental juga menjadi perhatian utama.

Pasalnya, persaingan pada tahun ini diperkirakan akan jauh lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau tahun lalu hanya diikuti sekitar delapan pembalap, tahun ini bisa meningkat sampai tiga kali lipat, sekitar 24 pembalap. Ajang ini sekarang semakin diminati,” ujarnya.

Imron menambahkan, para peserta tidak hanya datang dari Pulau Jawa, tetapi juga dari luar daerah seperti Kalimantan dan Sulawesi.

Namun, lawan terberat diprediksi berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta yang dikenal memiliki banyak sekolah balap dan ekosistem yang mendukung perkembangan atlet balap.

“Di sana pembinaan balapnya sudah sangat bagus, jadi persaingannya pasti lebih berat,” imbuhnya.

Dalam ajang Super Prix seri pertama ini, Rasya akan turun di empat kelas sekaligus, yakni kelas 150cc 4 tak novice, 130cc 4 tak novice, 115cc 2 tak novice, dan 125cc 2 tak novice.

Setelah seri pembuka di Tasikmalaya, kompetisi akan berlanjut ke empat putaran berikutnya, masing-masing di Boyolali, Malang, Purwokerto, dan Semarang. “Targetnya tentu bisa tampil maksimal di setiap seri,” pungkas Imron. (gus/fun)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Super Prix #road race #balap motor