Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

KONI Kabupaten Pasuruan: Wisma Atlet Kunci Dongkrak Prestasi, SKB Pandaan Bisa Digunakan

Rizal Syatori • 2026-03-14 10:00:00

BISA DIMANFAATKAN: Snggar kegiatan belajar (SKB) di Pandaan yang bisa digunakan untuk wisma atlet.
BISA DIMANFAATKAN: Snggar kegiatan belajar (SKB) di Pandaan yang bisa digunakan untuk wisma atlet.

BANGIL, Radar Bromo - Wacana pembangunan wisma atlet yang digulirkan DPRD Kabupaten Pasuruan mendapat respons positif dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pasuruan.

Fasilitas tersebut dinilai bisa menjadi pijakan penting dalam memperkuat sistem pembinaan atlet daerah.

Ketua KONI Kabupaten Pasuruan, Mamat Aryo Setiawan, menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut.

Menurut dia, keberadaan wisma atlet yang terintegrasi dengan kawasan olahraga akan memberi dampak signifikan terhadap efektivitas pembinaan.

“Kami tentu mengapresiasi jika rencana itu bisa direalisasikan. Apalagi bila lokasinya terintegrasi dengan fasilitas olahraga, termasuk kantor KONI yang lebih representatif,” ujarnya.

Selama ini, kata Mamat, pembinaan atlet kerap terkendala persoalan teknis. Mulai dari jarak antar-fasilitas, kebutuhan akomodasi atlet saat pemusatan latihan, hingga koordinasi antar-cabang olahraga (cabor) yang belum maksimal.

Dengan konsep terpusat, ia yakin sinergi antara KONI dan cabor akan lebih mudah dibangun.

Program latihan bisa dirancang lebih terarah, sekaligus meminimalkan hambatan di lapangan.

“Kalau semua terintegrasi, pembinaan bisa lebih fokus. Ini memudahkan kami dan seluruh insan olahraga dalam menyiapkan atlet berprestasi,” jelasnya.

Mamat menegaskan, wisma atlet bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Lebih dari itu, fasilitas tersebut harus dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang peningkatan prestasi.

Wisma atlet bisa dimanfaatkan untuk training camp, pembinaan atlet usia dini, hingga persiapan menghadapi kejuaraan tingkat regional maupun nasional.

“Prestasi tidak lahir begitu saja. Atlet butuh tempat tinggal yang layak saat menjalani pemusatan latihan. Fasilitas yang memadai akan sangat mendukung,” tegasnya.

Meski mendukung penuh, KONI tetap mengingatkan agar rencana pembangunan melalui kajian menyeluruh.

Aspek perencanaan, kebutuhan riil, hingga kemampuan anggaran daerah harus dipertimbangkan secara matang agar tidak menjadi beban keuangan di kemudian hari.

“Kami memahami semua harus melalui proses dan perhitungan yang cermat. Harapannya, ini menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan olahraga Kabupaten Pasuruan,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, muncul wacana pembangunan wisma atlet di Kabupaten Pasuruan. DPRD setempat mengusulkan pemerintah daerah segera menyiapkan fasilitas hunian terpadu bagi atlet sebagai langkah strategis untuk mendongkrak prestasi olahraga daerah. Tujuannya agar para atlet bisa menjalani pemusatan latihan secara fokus tanpa terkendala masalah mobilitas maupun jarak tempuh.

Sempat muncul wacana wisma atlet ini bisa direalisasikan dengan merelokasi kantor KPU di Pogar. Soal usulan tersebut, juga mendapat tanggapan dan respons dari pegiat masyarakat.

Salah satunya direktur Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (Pus@ka) Lujeng Sudarto yang mengatakan, pembangunan atau pengembangan wisma atlet lebih tepat memakai bekas kompleks Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pandaan.

Usulan SKB Pandaan menjadi tempat pembangunan atau pengembangan wisma atlet, kata Lujeng, lantaran ada beberapa faktor serta pertimbangan.

Pertama, sebagai pusat pelatihan dan peningkatan prestasi. Pembangunan ini diusulkan untuk mengenjot prestasi olahraga di Kabupaten Pasuruan, dengan menyediakan fasilitas penginapan yang layak bagi atlet selama masa pemusatan latihan.

Kedua, optimalisasi aset yang mangkrak. Gedung SKB Pandaan sempat mengalami masa mangkrak berkepanjangan, setelah terakhir kali digunakan sebagai tempat karantina pasien Covid-19. Dengan digunakan sebagai wisma atlet, maka aset daerah tersebut  bakal terawat.

Ketiga, pemenuhan kebutuhan daerah fasilitas olahraga daerah. Pemkab Pasuruan terus mendorong pengadaan wisma atlet tidak perlu mencari akomodasi di luar daerah, saat mengikuti ajang olahraga atau pelatihan intensif.

"Eks SKB Pandaan dipilih karena lokasinya strategis, dan sudah memiliki insfrastruktur dasar yang dapat direvitalisasi dengan penambahan jumlah kamar. Sebelumnya tercatat sudah ada 24 kamar tersedia disana," terangnya.

Apalagi SKB ini secara historis juga pernah di pakai sebagai basecamp para pemain, pelatih dan ofisial Persekabpas saat ikut Liga 1 dan 2.

Ke depan atlet-atlet lokal memiliki fasilitas yang memadai, demi meningkatkan kualitas prestasi olahraga daerah tandasnya.

Jawa Pos Radar Bromo sempat konfirmasi ke Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pasuruan M. Agus Mashjadi. Ia mengatakan untuk gedung SKB Pandaan tercatat masuk asetnya BKPSDM, sehingga pihaknya belum bisa memberi tanggapan.

"Terkait rencana pembangunan wisma atlet Kabupaten Pasuruan di masa mendatang, menjadi kewenangan pimpinan untuk menentukan skala prioritasnya," kata Agus sapaan akrabnya. (tom/zal/fun)

Editor : Abdul Wahid
#wisma atlet