BANGIL, Radar Bromo – Revolusi total Persekabpas Pasuruan dimulai. Setelah resmi diserahkan kepada pemerintah daerah, proses administrasi pengalihan saham tuntas dilaksanakan di Kantor Bupati Pasuruan, Jumat (6/3).
Prosesi ini menandai berakhirnya era kepemilikan lama dan dimulainya transisi menuju pengelolaan di bawah payung Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Saham yang sebelumnya digenggam oleh Gaung Andaka dan Udik Djanuantoro, kini dialihkan kepada dua sosok yang dipercaya Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, yakni Suryono Pane dan Bayu Aji Handayanto. Keduanya bukan nama asing di jagat sepak bola lokal.
Suryono merupakan CEO Pasuruan United sekaligus eks Manajer Persekabpas beberapa musim lalu. Sementara Bayu Aji adalah Presiden Pasuruan United.
Usai penandatanganan, agenda langsung berlanjut ke Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Hasilnya, nama perusahaan resmi bersalin rupa dari PT Persekabpas Laskar Sakera menjadi PT Pasuruan Bangkit Bersama.
“Setelah ini follow up-nya akan ada peralihan saham ke BUMD. Kami pastikan Persekabpas akan dikelola secara profesional tanpa menyentuh APBD,” tegas Suryono Pane.
Suryono juga memetakan hiburan sepak bola bagi warga Pasuruan. Menurutnya, keberadaan dua klub di kasta berbeda memberikan opsi bagi masyarakat.
“Bagi yang ingin nonton santai bareng keluarga, silakan ke Pasuruan United di Liga 4. Kalau suporter militan, tentu wadahnya ada di Persekabpas di Liga 3,” imbuhnya.
Mengingat kompetisi Liga 3 musim 2026/2027 dijadwalkan bergulir September mendatang, manajemen baru bergerak cepat.
Bayu Aji Handayanto resmi ditunjuk sebagai Manajer Persekabpas yang baru untuk menakhodai tim mengejar target promosi.
“Saya apresiasi Mas Gaung yang sudah merawat Persekabpas selama dua musim. Amanah ini akan kami jalankan sebaik mungkin.
Pasuruan United target juara agar promosi ke Liga 3, dan Persekabpas juga harus juara demi tiket Liga 2,” ujar Bayu Aji.
Soal dapur finansial, Bayu memastikan sumber pendanaan antara kedua klub akan dipisahkan agar tetap akuntabel.
“Insyaallah, sudah ada sponsor yang cukup untuk mengarungi kompetisi Liga 3,” tambahnya.
Langkah akselerasi pun disiapkan. Manajemen akan segera menyusun ofisial dan tim kepelatihan, disusul seleksi pemain.
Selain mengoptimalkan talenta lokal dari Persekabpas Academy, manajemen juga berencana mendatangkan pemain kaliber nasional dari Liga 1 atau Liga 2 untuk memperkuat skuad.
Gaung Andaka, manajer lama, menitipkan pesan agar pembinaan terus berjalan. “Kami sudah siapkan bibit lewat Persekabpas Academy untuk menyuplai tim senior. Namun tentu harus sesuai kriteria, karena proses atlet tidak bisa dipaksakan,” pungkasnya. (tom/fun)
Editor : Abdul Wahid