Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Atlet Belia Triathlon Asal Probolinggo dan Pasuruan Dipanggil FTI Jatim, Punya Kesempatan Ikuti Multieven Level Asia

Fahrizal Firmani • Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:15 WIB
MASIH BELIA: Salah satu atlet triathlon asal Kota Probolinggo, Dilan Dimetrius Wiwasata.
MASIH BELIA: Salah satu atlet triathlon asal Kota Probolinggo, Dilan Dimetrius Wiwasata.

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Awal tahun 2026 menjadi momentum membanggakan bagi dunia olahraga Kota Probolinggo dan Kota Pasuruan.

Pembinaan atlet triathlon usia dini menunjukkan hasil nyata setelah tiga atlet belia asal Kota Probolinggo dan satu atlet asal Kota Pasuruan, dipanggil Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Jawa Timur.

Ketiga atlet belia asal Kota Probolinggo itu adalah Dilan Dimetrius Wiwasata, 12; Gibran Dzaky Wijacksana, 11; dan Tristan Adyastha Alvaro, 11. Mereka dipanggil awal Januari lalu karena diproyeksi mengikuti pembinaan lanjutan sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menuju Youth Olympic Games 2030, multievent dunia untuk atlet usia muda.

Ajang tersebut rencananya akan digelar di salah satu dari empat negara kandidat tuan rumah. Yakni Indonesia, Thailand, Chili, atau Paraguay. Kini masih menunggu keputusan final.

Pelatih FTI Kota Probolinggo, Robby Ade Putra menegaskan bahwa kepercayaan ini menjadi bukti kualitas pembinaan yang telah dijalankan secara berjenjang dan berkelanjutan.

“Pemanggilan ini merupakan bagian dari talent scouting FTI Jatim untuk pembinaan jangka panjang menuju Youth Olympic Games 2030,” jelas Robby.

Ia menambahkan, Kota Probolinggo sebelumnya juga telah mencatatkan prestasi di ajang yang sama. Pada Youth Olympic Games 2026 di Senegal, dua atlet asal Kota Probolinggo, Leader Matthew Wisanggeni, 16 dan Maurizka Nur Azizah, 16 dipercaya tampil mewakili Indonesia.

Perjalanan Dilan, Gibran, dan Tristan menuju level ini terbilang panjang. Ketiganya mulai mengenal olahraga triathlon sejak usia tujuh tahun, diawali dari latihan dasar renang. Seiring waktu, latihan fisik diperkuat melalui program lari dan bersepeda yang dijalani secara rutin dan disiplin.

Kerja keras tersebut berbuah hasil saat mereka tampil kompetitif pada event Aquathlon Baluran 2025 di Situbondo. Di kategori Under 10, Gibran berhasil meraih juara dua, sementara Tristan finis di posisi ketiga.

Sementara itu, Dilan harus menghadapi tantangan lebih berat di kategori Under 13, bersaing dengan 26 atlet yang mayoritas berusia 12–13 tahun, meski saat itu usianya masih 11 tahun. “Dilan sempat tertinggal dan keluar dari renang di posisi ke-12. Tapi dengan latihan disiplin, konsistensi, serta mental bertanding yang sudah terasah, ia mampu mengejar dan finis di posisi kelima. Posisi satu hingga empat diisi atlet yang usianya lebih tua,” tutur Robby.

FTI Kota Probolinggo berharap ketiga atlet muda tersebut dapat menjadi generasi penerus yang terus mengharumkan nama Kota Probolinggo, Jawa Timur, hingga Indonesia di kancah nasional maupun internasional.

“Ini adalah bukti nyata progres atlet triathlon Kota Probolinggo. Mereka menunjukkan peningkatan signifikan dan mulai mendominasi di berbagai event yang digelar FTI Jatim,” pungkas Robby.

Ajang multievent olahraga triathlon juga kemungkinan akan diikuti Khansa Nabila Syakila. Atlet belia asal Kota Pasuruan ini juga dapat kesempatan ikut penjaringan Youth Olympic Games 2030.

Khansa Nabila (kiri) saat tampil di ajang Aquathlon di Situbondo.
Khansa Nabila (kiri) saat tampil di ajang Aquathlon di Situbondo.

Pelatih Triathlon Kota Pasuruan, Agus Triono mengungkapkan, Khansa Nabila Syakila dipanggil FTI Jatim. Hal ini diperolehnya karena bisa meraih emas dalam kejuaran Cross Aquathlon di Baluran Situbondo.

"Raihan medali ini membuat ia dipanggil. Ia dapat kesempatan ikut seleksi untuk bisa tampi di asian youth game 2030 mendatang," katanya.

Jika lolos seleksi, Khansa dapat kesempatan untuk tampil di ajang tingkat asia itu dan otomatis bisa menjadi atlet pelatnas. Meski tidak mudah, ia optimistis dengan potensi yang dimiliki Khansa. Apalagi usianya masih belia. Baru 10 tahun.

Sejumlah prestasi sudah diraih Khansa. Di antaranya juara dua Aquathlon kejurda, pernah juga memperoleh dua emas, satu perak dan satu perunggu pada Kejuaraan Renang Permata Kelompok Umur Jatim di Sidoarjo.

Menurutnya, memang persaingan saat ini cukup kompetitif. Tetapi ia yakin dengan kemampuan Khansa. Apalagi jika diimbangi mental yang bagus kedepan akan dapat menjadi bagian dari Tim Triathlon Indonesia. Tentu pengprov jatim akan menyesuaikan sesuai potensi atlet.

"Dalam kerangka pemusatan latihan di Pengprov Jatim maka materi dan fasilitas juga sudah dirancang sedemikian rupa agar dapat sesuai dengan kebutuhan, pertumbuhan dan kemampuan atlet," pungkasnya. (gus/riz/fun)

Editor : Abdul Wahid
#pasuruan #triathlon #probolinggo