PASURUAN, Radar Bromo - Putra Jaya Kabupaten Pasuruan memang kalah saat ditekuk Perseta 1970 dengan skor telak 7-2.
Bukan hanya itu, tim yang berlaga di Grup CC itu juga harus kehilangan stoper Hilmi Gimnastiar karena mendapat kartu merah usai melakukan pelanggaran keras.
Namun klub yang dilatih Kasianto itu tak akan menyerah di sisa dua laga sisa. Termasuk saat meladeni Baruna Nusantara sore nanti di Bangkalan.
“Kami masih punya peluang untuk lolos ke 16 besar jika menyapu bersih sisa dua laga,” beber Kasianto.
Di laga kedua yang kick off-nya direncanakan pukul 13.00, Kasianto juga sudah memiliki alternatif pemain untuk menggantikan Hilmi Gimnastiar.
Walaupun pada akhirnya klub memecat Hilmi Gimnastiar, Kasianto berujar timnya masih memiliki banyak stopper yang bisa menempati posisi Hilmi.
Dia hanya meminta, di laga kedua nanti, anak-anak Putra Jaya Kabupaten Pasuruan bisa bermain lebih sabar dan menahan emosi.
“Anak-anak harus bermain taktis dan cepat. Kami punya kemampuan untuk itu karena lolos ke 32 besar ini adalah langkah yang sudah bagus,” beber Kasianto.
Setelah menghadapi Baruna Nusantara, Putra Jaya masih harus melakoni laga terakhir yang paling berat. Yakni melawan tuan rumah Perseba Bangkalan.
“Tetapi laga di sepak bola itu segalanya bisa terjadi. Kami tak akan menyerah sampai dua kali 45 menit berakhir di lapangan,” beber Kasianto. (fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni