Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hadapi 32 Besar Liga 4, Tiga Tim Pilih Menetap Agar Cepat Adaptasi Venue Pertandingan

Fahrizal Firmani • Sabtu, 27 Desember 2025 | 16:41 WIB
PENUH KEYAKINAN: Dari kiri Prima Adinoto, Manajer Putra Jaya Kabupaten Pasuruan, Suci Mardiko, Manajer Persekap Pasuruan dan Fitroh Mucharom, Manajer Pasuruan United.
PENUH KEYAKINAN: Dari kiri Prima Adinoto, Manajer Putra Jaya Kabupaten Pasuruan, Suci Mardiko, Manajer Persekap Pasuruan dan Fitroh Mucharom, Manajer Pasuruan United.

PASURUAN, Radar Bromo - Kurang dari sepuluh hari lagi babak 32 besar Liga 4 PSSI bakal dimulai. Tiga klub asal Pasuruan sudah bersiap diri melakoni laga away. Hanya dua tim yang berhak untuk lolos ke babak 16 besar.

Ketiga klub yakni Pasuruan United, Persekap Pasuruan dan Putra Jaya Pasuruan masih terus berlatih. Selama laga away, ketiga klub ini memilih untuk menetap di daerah tempat ketiganya akan bertanding.

Pasuruan United yang tergabung di Grup BB (bersama Nganjuk Ladang, Triples Kediri, Persatu Tuban), akan menetap di Kota Wali atau Kabupaten Tuban.

Putra Jaya Kabupaten Pasuruan yang tergabung di Grup CC (bersama Perseba Bangkalan, Perseta 1970, Baruna Nusantara) menginap di Bangkalan.

Sementara Persekap di Grup DD (bersama Arek Simo Putra, Persid Jember, Inter Kediri), tentu di kota suwar-suwir.

 Ketiganya optimistis bisa lolos ke babak 16 besar. Dengan syarat, mereka tak boleh meremehkan lawan dan harus menang terus.

"Babak 32 besar, kami tetap optimis lolos. Semuanya terus kami maksimalkan, mulai dari latihan rutin, skema dan kerjasama para pemain dan tim. Juga ada kelas teori dan analisis," beber manajer Pasuruan United Fitroh Mucharom.

Di Grup BB, tiga calon lawan mereka secara materi hampir merata dan tidak jauh berbeda. Karena tentu saja mereka adalah klub yang menjadi juara dan runner up grup di babak penyisihan. 

"Dari tim lawan di grup BB, patut diwaspadai adalah Nganjuk Ladang. Secara materi pemain dan permainan, juga hasil di babak 64 besar. Lebih unggul ketimbang Triples Kediri dan Persatu Tuban," tuturnya.

Selama 32 besar di Tuban, Ricko Hardiansyah dan kawan-kawan dipastikan akan menetap dan tinggal di Tuban. Dengan tujuan adaptasi cuaca dan iklim. Juga menjaga kebugaran, stamina dan fisik pemain tetap fit dan terjaga.

"Tim ini berangkat ke Tuban 3 Januari mendatang dan akan menetap sampai dengan 9 Januari atau pertandingan terakhir. Latihan rutinnya juga di Tuban," jelasnya.

Begitu juga dengan Persekap Pasuruan yang memilih tinggal di Kabupaten Jember. Tim dan manajemen akan bertolak ke Jember pada 4 Januari. Semua laga Grup DD digelar di stadion Jember Sport Garden.

Suci Mardiko, manajer Persekap menuturkan, pihaknya akan bertolak ke Jember pada 4 Januari.

Pemain akan bertanding di babak 32 besar pada 5 Januari. Sehingga ada jeda satu hari untuk istirahat dan mempersiapkan pertandingan.

Walau pihaknya cukup kecewa karena gagal kembali menjadi tuan rumah, tapi ia optimistis Persekap bisa tampil solid dan bermain baik.

Selama 32 besar, pemain dan manajemen akan menginap di hotel di jember. Tujuannya agar lebih praktis dan pemain tidak lelah karena harus pulang pergi Kota Pasuruan-Kabupaten Jember.

"Kalau dihitung hitung biaya sama saja antara PP dengan menginap di hotel. Kebetulan kami mendapatkan hotel dengan harga terjangkau di jember," katanya.

Koko-sapaannya menyebut memang dibandingan tampil di Kota Pasuruan, biaya yang harus dikeluarkan lebih besar.

Karena harus mengeluarkan biaya akomodasi. Namun, pemkot dan sponsor mendukung Persekap.

Pemkot Pasuruan juga membantu biaya transportasi selama babak 32 besar dengan menggunakan menyediakan mobil.

"Terkait bonus bagi pemain jika menang dan bisa lolos ke babak 16 besar, ditunggu saja. Kami yakin bisa lolos ke babak berikutnya," jelas Koko.

Aris Budi Prasetyo, head coach Persekap menuturkan semua tim lawan patut diwaspdai. Pihaknya sudah meminta pada pemain agar tidak menganggap remeh lawan.

Sebab semua punya kesempatan dan peluang sama untuk bisa lolos ke babak 16 besar.

"Kami evaluasi semua kelemahan di babak 68 besar. Sebab tim yang dihadapi jauh lebih kuat dari sebelumnya," jelas Aris.

Sementara manajer Putra Jaya Kabupaten Pasuruan, Dhaviq Prima Adinoto mengatakan, manajemen belum memutuskan apakah akan menginap di Bangkalan atau tidak.

Sebab dari sisi jarak, Bangkalan dapat ditempuh dalam tempo 2-3 jam.

“Kami melihat kondisi dan menunggu keputusan manajemen. Idealnya memang menginap di lokasi pertandingan, tetapi di Surabaya juga dekat dengan lokasi (Bangkalan, red),” beber Dhaviq.

Soal persiapan, Dhaviq menyebut, timnya kini juga lebih kuat karena ada tiga pemain baru yang mengisi lini belakang, tengah dan depan.

Rekrutan anyar ini memang diperbolehkan PSSI Jatim, saat tim lolos ke babak 32 besar.

Timnya juga tak berhenti menggelar latihan. Di bawah asuhan Kasiyanto, Putra Jaya juga sudah menjajal latih tanding bersama klub-klub lokal. Bahkan hari ini (27/12), Putra Jaya akan sparring dengan Persekap Pasuruan di Stadion Untung Suropati. Tim yang pernah mereka hadapi saat fase grup.

“Mengapa Persekap? Kami butuh lawan yang seimbang agar mental pemain dapat terjaga. Apalagi kami harus melakoni laga away yang terbilang di luar Pasuruan. Sehingga konsistensi pemain dibutuhkan agar bisa lolos ke 16 besar,” beber Dhaviq. (zal/riz/fun)

Editor : Abdul Wahid
#laskar suropati #mbeling #persekap #Pasuruan United #liga 4 #Laskar