BANGIL, Radar Bromo — Persekabpas Pasuruan akhirnya merasakan kekalahan di fase grup D Liga Nusantara 2025/2026. Kekalahan pertama Persekabpas terjadi di pekan ketujuh saat menghadapi Perseden Denpasar.
Bertanding di Lapangan Thor, Surabaya, Selasa (23/12) sore, The Lassak harus mengakui keunggulan Perseden Denpasar dengan skor tipis 0-1.
Hasil ini membuat Persekabpas gagal mengulang memori manis putaran pertama, saat mampu menaklukkan Perseden 2-1.
Kekalahan tersebut juga menjadi yang pertama bagi Laskar Sakera di fase ini, sekaligus membuka persaingan ketat di papan atas klasemen.
Persekabpas tetap mengoleksi 16 poin dari tujuh laga. Sedangkan Perseden terus menempel di posisi kedua dengan raihan 15 poin.
Duel pemuncak klasemen itu sendiri sempat mengalami penundaan hampir satu jam dari jadwal semula pukul 15.00.
Hujan deras yang mengguyur Surabaya menyebabkan lapangan tergenang dan belum layak digunakan, hingga akhirnya pertandingan bisa dilanjutkan setelah kondisi membaik.
Ketika laga dimulai, kedua tim memilih bermain aman. Sepanjang babak pertama, Persekabpas dan Perseden lebih berhati-hati dalam membangun serangan.
Beberapa peluang tercipta di kedua kubu, namun belum ada yang benar-benar mengancam gawang. Skor kacamata bertahan hingga jeda.
Irama pertandingan berubah selepas turun minum. Perseden Denpasar tampil lebih menekan dan intensitas serangan meningkat.
Tekanan beruntun itu berbuah gol pada menit ke-54. Kesalahan di lini belakang Persekabpas berhasil dimanfaatkan Perseden lewat skema serangan cepat yang diselesaikan Umarela dengan sepakan akurat, membawa tim asal Bali unggul 1-0.
Dalam posisi tertinggal, Persekabpas berusaha mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan agresivitas serangan.
Sejumlah upaya dilakukan dari berbagai sisi, namun rapatnya pertahanan Perseden membuat peluang yang tercipta gagal berujung gol. Di sisi lain, Perseden juga beberapa kali mengancam lewat serangan balik, meski tak menambah keunggulan.
Hingga wasit meniup peluit akhir, skor 1-0 tak berubah dan memastikan kemenangan bagi Perseden Denpasar.
Pelatih Persekabpas Masdra Nuriza menilai hasil tersebut menjadi bahan evaluasi penting. Ia menyebut penundaan laga turut memengaruhi kondisi fisik pemain, yang berdampak pada penerapan strategi di lapangan.
“Ini hasil yang tidak kami harapkan. Penundaan cukup lama membuat kondisi pemain turun, sehingga permainan dan rencana taktik tidak bisa berjalan maksimal. Ke depan harus kami benahi untuk laga berikutnya,” tandasnya. (tom/fun)