Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Atlet Dayung Kota Probolinggo Sabet Perak Sea Games 2025, Panjat Tebing Gagal ke Final

Inneke Agustin • Sabtu, 20 Desember 2025 | 15:00 WIB

 

SEMANGAT: Ketua cabor Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Probolinggo, Sugito Prasetyo bersama Aprianto saat berfoto bersama.
SEMANGAT: Ketua cabor Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Probolinggo, Sugito Prasetyo bersama Aprianto saat berfoto bersama.

PROBOLINGGO, Radar Bromo-Atlet dayung asal Kota Probolinggo, Aprianto, 23, menorehkan prestasi untuk Indonesia. Ia sukses menyabet medali perak SEA Games 2025 pada nomor Rowing Mens Lightweight Pair, yang digelar di Pusat Latihan Dayung-Kano Royal Thai Navy, Rayong, Thailand, Rabu (17/12).

Aprianto turun berpasangan dengan Ferdiansyah. Duet ini tampil solid sejak start hingga finis dan mencatatkan waktu 7 menit 59,736 detik.

Mereka hanya terpaut tipis dari pasangan Vietnam Hoang Van Dat/Nguyen Phu yang merebut emas dengan waktu 7 menit 53,080 detik. Sementara perunggu diamankan duet tuan rumah Thailand Siwakorn Wongpin/Nawamin Dechudomrat lewat catatan 8 menit 8,138 detik.

Ketua PODSI Kota Probolinggo, Sugito Prasetyo menegaskan bahwa Aprianto merupakan satu-satunya wakil Kota Probolinggo di cabor dayung yang berlaga di SEA Games tahun ini. Bergabung dengan PODSI Kota Probolinggo sejak 2022, Aprianto meniti karier dari bawah.

“Dia benar-benar berangkat dari nol. Ikut Porprov dan langsung membuktikan diri dengan dua medali emas,” ujar Sugito.

Perjalanan menuju podium SEA Games pun bukan proses instan. Aprianto lebih dulu menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Waduk Jatiluhur selama kurang lebih satu tahun. Ia kemudian tampil di PON Aceh pada 2024 dan meraih medali perak, yang mengantarkannya lolos seleksi Pelatnas.

“Menjelang SEA Games, dia juga ikut uji coba internasional di China dan kembali membawa perak. Konsistensinya terjaga,” tambah Sugito.

Hasil berbeda dialami cabang panjat tebing. Atlet Kota Probolinggo Bomantara Bintang Prayuda, 18, yang turun di nomor Boulder belum berhasil mempersembahkan medali untuk Merah Putih.

“Belum bisa menembus final. Kalah bersaing dengan Thailand, Singapura, dan Filipina,” ujar Ketua Harian FPTI Kota Probolinggo, Iwan Rosidi.

Menurut Iwan, kegagalan melaju ke final dipengaruhi oleh jumlah percobaan yang terlalu banyak. Meski nilai sama, faktor efisiensi percobaan menjadi penentu.

“Pembacaan jalur belum maksimal, jadi harus mencoba berulang-ulang. Tapi saya yakin atlet sudah berjuang maksimal,” jelasnya.

Iwan juga menyoroti aspek teknis. Ia menilai model jalur Boulder Indonesia masih tertinggal dibanding negara pesaing yang lebih up to date.

“Di nomor Boulder kita memang kurang maksimal. Lawan lebih siap. Sementara di lead dan speed, Indonesia masih dominan. Ini jadi PR dan bahan evaluasi, agar atlet terbiasa dengan variasi jalur yang lebih mutakhir,” pungkasnya. (gus/fun)

Editor : Abdul Wahid
#SEA Games Thailand #panjat tebing #dayung