Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pasuruan United Training Center ke Jogjakarta, Manajemen Larang Pemain Ikut Tarkam

Rizal Syatori • Sabtu, 22 November 2025 | 15:00 WIB

 

SEMAKIN SOLID: Winger kanan Pasuruan United Noel Christian Huby menghanggu pemain Persid Jember dalam laga persahabatan yang digelar di Jember Sport Stadium.
SEMAKIN SOLID: Winger kanan Pasuruan United Noel Christian Huby menghanggu pemain Persid Jember dalam laga persahabatan yang digelar di Jember Sport Stadium.

PASURUAN, Radar Bromo-Rangkaian latihan dan ujicoba masih menjadi agenda tiga tim di Pasuruan menjelang dimulainya Liga 4 sembari menunggu jadwal resmi kompetisi keluar.

Salah satunya adalah Pasuruan United. Tim berjuluk Laskar Santri Mbeling ini lebih memilih gencar ujicoba dan laga persahabatan.

Seperti Rabu (19/11) lalu, tim besutan Bio Paulin ini baru saja berujicoba dengan Persid Jember.

Laga digelar di Jember Sport Garden. Dalam laga yang berakhir imbang 0-0 itu, jajaran pelatih ingin mengasah kemampuan arek-arek Laskar Santri Mbeling berlaga di luar kandang. Karena bisa jadi saat jadwal keluar nanti, Pasuruan United harus berlaga tandang.

“Kami ingin mengetahui seberapa kekuatan anak-anak saat tanding di luar. Mental dan psikis jelas diperlukan. Meski hasilnya seri, kami menilai anak-anak sudah cukup dan ini jadi modal untuk menghadapi kompetisi,” beber Siswanto, asisten pelatih  Pasuruan United.

Bahkan tim ini kini tengah melakukan training center (TC) ke Jogjakarta. Semua pemain ikut serta ke kota gudeg. Selama sepuluh hari di sana, para pemain akan mengikuti program dari tim kepelatihan.

Sehingga secara tidak langsung ini akan menghindari para pemain untuk mengikuti turnamen antarkampung.

Manajer Laskar Santri Mbeling Fitroh Mucharom menegaskan, sesuai petunjuk jajaran manajemen, Pasuruan United memang melarang pemainnya untuk nyambi di luar.

Sebab ini berisiko karena kompetisi semakin dekat. Risiko itu tentu saja cedera. “Nah, kami tidak ingin pemain cedera hingga nantinya mengganggu jalannya kompetisi,” beber Fitroh.

Manajemen nampaknya juga memberikan fasilitas bagus selama TC digelar. Mereka menempati hotel sekelas bintang tiga selama menginap. Ricko Hardiansyah CS juga sudah disiapkan tempat untuk berlatih yang nyaman. Bahkan saat keberangkatan, mereka dikawal sampai tempat tujuan.

“Selama di Jogjakarta kami akan berlatih tanding dan mungkin akan menjajal tim-tim yang ada di Jawa Tengah. Ini sedang kami siapkan,.” Beber Fitroh.

Karena TC berlangsung selama sepuluh hari, tak sedikit pemain Pasuruan United harus izin di tempat kerjanya. Begitupun dengan keluarga yang mesti ditinggalkan. Tetapi mereka semua mengaku senang karena dengan TC, maka kekompakkan pemain bisa terjalin dan ini yang dibutuhkan selama kompetisi.

Sang kapten Ricko Hardiansyah misalnya. Pria yang juga berdinas di dankar Kabupaten Pasuruan ini sangat antusias mengikuti TC. “Aman semua, sudah izin dan InshaAllah ini demi tim,” beber pemain bernomor punggung 9 itu. (zal/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#Pasuruan United #Laskar Santri Mbeling #liga 4