Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dua Atlet Triathlon Kota Probolinggo Gabung Pelatnas usai Tampil di Asian Youth Games Bahrain

Inneke Agustin • Sabtu, 8 November 2025 | 15:20 WIB
SEMANGAT: Maurizka Nur Azizah dan Leader Matthew Wisanggeni (Inset), dua atlet Triathlon Kota Problinggo yang mengikuti ajang multievent Asian Youth Game
SEMANGAT: Maurizka Nur Azizah dan Leader Matthew Wisanggeni (Inset), dua atlet Triathlon Kota Problinggo yang mengikuti ajang multievent Asian Youth Game

PROBOLINGGO, Radar Bromo Dua atlet triathlon asal Kota Probolinggo mengikuti ajang multievent Asian Youth Games ketiga di Bahrain.

Mereka Leader Matthew Wisanggeni, 15 dan Maurizka Nur Azizah, 15.

Pelatih mereka dari FTI Kota Probolinggo, Robby Ade Putra mengatakan bahwa ajang Ajang yang digelar Oktober akhir Oktober itu diselenggarakan untuk untuk mempersiapkan atlet muda Asia usia di bawah 18 tahun.

“Mereka nantinya akan menjadi penerus para atlet senior. Sehingga ajang ini akan menguji bakat dan pengalaman internasional mereka serta mempromosikan persahabatan dan kerja sama antar negara,” katanya.

Robby mengatakan bahwa sebelum berangkat ke Bahrain, baik Leader maupun Maurizka telah digembleng di camp pelatnas, Bangka Belitung selama 2 bulan.

Pada ajang tersebut Leader turun di nomor boys triathlon individual dan estafet (mix relay, Red). Sementara Maurizka turun di nomor girl triathlon individual dan estafet.

Sayangnya, Leader belum bisa membawa pulang medali. Ia hanya mampu bertengger di urutan 10 dari total 40 peserta dari 27 negara. “Dia selisih semenit dengan juara pertama dari China,” kata Robby yang juga merupakan ayah Leader.

Sementara di nomor girl triathlon individual, Maurizka dikenakan sanksi karena tidak menjalani pinalty.

“Namun ada atlet yang mewakili Indonesia juga namanya Aira. Dia berhasil meraih medali perunggu di nomor ini dari total 24 peserta. Selisihnya hanya 36 detik dengan pemenangnya,” terang Robby.

Sementara untuk nomor estafet, Leader tak bisa berlaga karena tiba-tiba mengalmi demam tinggi. Hal tersebut dikarenakan faktor cuaca di Bahrain yang berbeda dengan Indonesia. Alhasil ia pun harus dirawat intensif saat itu.

“Saat itu Leader masih diharapkan bisa segera pulih dan bergabung dengan tim mix relay. Namun hingga hari H, dia belum pulih. Akhirnya format anggota tim mix relay pun diganti,” katanya. Sementara untuk mix relay putri, Indonesia berhasil meraih medali perak dari total sembilan negara yang ikut di dalam nomor tersebut.

Meski demikian, Kemenpora RI sangat mengapresiasi perjuangan seluruh atlet di ajang tersebut.

“Mereka mengucapkan selamat dan memberikan motivasi untuk Leader dan Maurizka. Mereka berharap keduanya dapat terus mengasah performa untuk ikut di ajang Youth Olimpic Games di Dakar Senegal tahun depan,” terang Robby.

Sepulang dari Bahrain, tak ada waktu bersantai bagi Leader dan Maurizka. Keduanya langsung berangkat mengikuti camp pelatnas lagi di Bangka Belitung.

“Keduanya belum sempat pulang, langsung terbang lagi ke Bangka. Ini untuk persiapan mengikuti Sea Game di Thailand bulan Desember mendatang,” pungkasnya. (gus/fun)

Editor : Abdul Wahid
#triathlon