Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tebus Kegagalan di Aceh, Atlet Kempo Kota Pasuruan Aisyah Amini Sabet Emas di PON Beladiri

Fandi Armanto • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 18:55 WIB
MENANG: Aisyah Amini saat bertanding di babak final nomor 70 kilogram putri.
MENANG: Aisyah Amini saat bertanding di babak final nomor 70 kilogram putri.

PASURUAN, Radar Bromo - Gagal meraih medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tak membuat Aisyah Amini patah semangat.

Atlet shorinji kempo Kota Pasuruan hanya bisa meraih medali perak setelah dia dikalahkan atlet asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Setahun kemudian, atlet yang kerap berpenampilan tomboi itu akhirnya bisa menebusnya dengan meraih emas di ajang PON Beladiri yang digelar di Kudus.

Dia meraih juara pertama setelah mengalahkan atlet asal Bali di babak final. Medali ini menjadi emas pertamanya di ajang PON Beladiri.

Ajang PON Beladiri sendiri sejatinya pertama kali digelar di Indonesia. Event ini digagas KONI pusat untuk memfokuskan cabang olahraga (cabor).

Bukan multievent seperti PON konvensional yang biasa digelar empat tahun sekali. Di PON beladiri, KONI berharap pelaksanaan event olahraga bisa lebih spesifik dan fokus.

Di PON XXI, Aisyah Amini turun di nomor 65 kilogram putri. Nah, di PON beladiri Kudus, dia harus naik satu level.

Dia diturunkan di nomor 70 kilogram putri. Aisyah menjadi satu-satunya atlet putri perwakilan Jatim di cabor ini.

Joko Listyono pelatih shorinji kempo Kota Pasuruan mengatakan, di PON beladiri, ada 29 kontingen yang ikut.

Total sekitar 320 atlet yang bertanding di ajang ini dari beberapa nomor. “Sebanyak 180 atlet putra dan sisanya putri,” beber Joko.

Aisyah tidak ujuk-ujuk diikutkan shorinji kempo Jatim di PON beladiri. Meski dia berstatus peraih medali perak di ajang PON XXI, dia tetap harus diseleksi sebelum masuk menjadi perwakilan Jatim.

”Aisyah menunjukkan konsistensinya untuk tetap mampu bersaing hingga dia diberangatkan menjadi wakil Jatim,” beber Joko.

Aisyah Amini (kiri) bersama pelatihnya, Joko Listyono.
Aisyah Amini (kiri) bersama pelatihnya, Joko Listyono.

Di ajang yang digelar 16-21 Oktober lalu, Aisyah harus melakoni sedikitnya 6 kali bertanding. Sejak babak penyisihan hingga final, dia sempat mengalami kekalahan saat menghadapi atlet asal DKI Jakarta. Tetapi pertandingan shorinji kempo yang memakai system double elimination itu membuat Aisyah tak boleh berlarut atas kekalahannya.

“Aisyah justru termemotivasi untuk terus menang hingga dia bisa juara setelah menaklukkan atlet asal Bali dan meraih medali emas,” beber Joko.

Aisyah yang kini berstatus menjadi pengajar kempo di Universitas Brawijaya tentu saja senang atas prestasinya terbarunya ini.

“Ini menjadi penyemangat saya untuk tetap terus latihan dan latihan. Untuk menjadi contoh kepada adik-adik atlet kempo, khususnya di Kota Pasuruan,” beber Aisyah.

Aisyah yakin, masa depan olahraga kempo akan terus berkembang. Banyak atlet potensial yang terus berprestasi dan suatu saat meraih prestasi internasional.

Senada dengan Aisyah, Joko yang menjadi pelatihnya berharap, Aisyah bisa terus meningkatkan prestasinya. Dia juga punya keinginan, dengan PON beladiri dan PON cabor lainnya, menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus mendukung atlet lokal.

“Kami di shorinji kempo sebenarnya ingin sekali mencetak atlet dengan sport science karena selama ini latihan atlet masih konvensional. Dengan sport science, maka pembinaan akan lebih baik dan atlet yang akan diikutkan kejuaraan semakin terjaring dengan baik,” beber Joko. (fun)

Editor : Abdul Wahid
#shorinji kempo #PON XXI #PON Beladiri KUDUS