Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Manfaatkan Lahan Kosong di Belakang GOR Untung Suropati untuk Latihan BMX

Fahrizal Firmani • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 01:18 WIB
USIA DINI: Sejumlah bocah yang tergabung dalam Remmic BMX Pasuruan berlatih di belakang GOR Untung Suropati.
USIA DINI: Sejumlah bocah yang tergabung dalam Remmic BMX Pasuruan berlatih di belakang GOR Untung Suropati.

PASURUAN, Radar Bromo - Banyak klub sepeda bermunculan seiring tren olahraga ini yang tak pernah surut.

Termasuk BMX. Kini para rider juga rutin berlatih meski memanfaatkan lahan kosong untuk dijadikan sirkuit.

Lokasinya berada di belakang GOR Untung Suropati. Hampir tiap Jumat, Sabtu, dan Minggu sore, sejumlah rider berlatih di sirkuit yang panjangnya hampir 300 meter itu. Dari sirkuit inilah kini mulai bermunculan atlet.

Klub BMX yang biasa berlatih di sana adalah Remmic (Remaja Minicross) Pasuruan. Klub yang memiliki ratusan anggota ini, bahkan juga melakukan pembinaan terhadap atlet usia dini.

Catur Yudho Nugroho, humas Remmic Pasuruan mengatakan, sejatinya ada banyak klub BMX yang ada di Pasuruan.

Beberapa di antaranya bahkan sudah memiliki atlet yang kerap berlaga di ajang kejurda hingga kejurnas. BMX yang bernaung di bawah Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) juga antusias mencari bibit potensial. Tak terkecuali Remmic Pasuruan.

“Sebenarnya klub BMX di Pasuruan juga ada banyak. Memang ada yang vakum, termasuk Remmic Pasuruan ini. Tetapi kurun waktu setahun ini, kami gencar lagi,” beber Catur.

Semenjak aktif selama setahunan ini, banyak atlet usia dini yang bergabung ke klub. Mulanya, mereka hanya berkumpul dan gowes bersama.

Hingga berkat bantuan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) dan DPRD Kota Pasuruan, mereka punya kesempatan memakai lahan di belakang GOR Untung Suropati untuk dijadikan sirkuit.

Lahan yang cukup luas dan awalnya ditumbuhi ilalang itu, disulap menjadi sirkuit yang dilengkapi rintangan. Sirkuit inilah yang memantik rider lawas semakin giat berlatih. “Hingga semakin banyak rider yang bergabung dan kami kerap latihan bersama karena sebenarnya banyak bibit atlet potensial yang bisa berkembang,” beber Catur.

Bukan hanya latihan dan adu kebut. Klub seperti Remmic Pasuruan juga kerap menggelar event hingga promosi ke masyarakat. Event itu biasanya dibiayai donator atau sponsor. Mereka mengelompokkan atlet sesuai usia. Dari usia dini, remaja, hingga kategori master atau usia 30 tahun ke atas.

“Di hari-hari besar nasional, kami juga kerap riding bersama seraya mengenalkan ke masyarakat, bahwa sebenarnya BMX di Pasuruan aktif. Karena itulah hampir tiap pekan ada saja anggota baru yang bergabung hingga sekarang kami memiliki ratusan anggota, hingga dari luar Pasuruan,” beber Catur.

Ketua Remmic Pasuruan Abdul Basid berharap, dari yang mulanya sekadar berkumpul, rider yang tergabung bisa berkembang menjadi atlet profesional. Apalagi event di olahraga ini juga mulai banyak digelar. Termasuk ajang seperti Porprov, PON, hingga Olimpiade.

Di sisi lain, Disparpora memang memfasilitas klub BMX seperti Remmic. Lahan di belakang GOR yang menjadi aset milik pemkot. dipinjam pakai oleh ISSI. Lahan kosong ini ini digunakan untuk klub BMX hingga akhir tahun.

Lahan kosong ini menjadi arena balap sepeda seolah menguapkan wacana pembangunan kolam renang. Sebelumnya ada rencana pemkot ingin membangun kolam renang di sisi selatan GOR. Dan wacana ini dipastikan belum bisa terwujud pada tahun depan.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan Dyah Ermitasari melalui Kabid Olahraga Dicky Yudho membenarkan jika lahan kosong itu dipinjampakaikan oleh ISSI.

Selama dipinjampakaikan, mereka diperbolehkan membuat arena sirkuit. Pinjam pakai ini bisa berlanjut jika dibutuhkan.

"Dipinjampakaikan oleh ISSI untuk klub BMX. yang membuat arenanya ya mereka. Dipinjam pakai sampai akhir tahun," katanya.

Dicky menjelaskan, opsi pinjam pakai ini bisa diperpanjang tahun depan jika dibutuhkan. Karena aset ini masih lahan kosong, pemkot tidak keberatan jika digunakan. Cabor lainnya yang membutuhkan juga akan difasilitasi serupa jika memang diperlukan.

Karena masih lahan kosong, pihaknya tidak menyiapkan anggaran pemeliharaan. Anggaran pemeliharaan hanya diperuntukkan bagi fasilitas olahraga.

Seperti Stadion Unsur, GOR Unsur, dan Lapangan Petahunan. Pihaknya juga belum bisa memastikan ke depannya lahan ini akan digunakan untuk fasilitas lainnya.

"Belum ada pembicaraan lahan ini akan dijadikan kolam renang atau lainnya. Apalagi saat ini fisik (pembangunan fisik, Red) juga dikurangi," jelas Dicky. (riz/fun)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#rider #gowes #bmx