BANGIL, Radar Bromo-Nguling FC dan Lekok United menjadi dua tim bakal bertemu di babak final Piala Bupati Pasuruan Superleague 2025.
Keduanya melaju ke final setelah melalui rangkaian panjang di turnamen yang memperebutkan hadiah total lebih dari Rp 200 juta ini.
Baca juga: Nguling FC-Lekok United di Final Piala Bupati Pasuruan Superleague
Karakter kedua tim memang memiliki perbedaan dalam permainan. Namun persamaannya, kedua tim ini berasal wilayah Timur Kabupaten Pasuruan. Keduanya juga lolos ke final setelah di semifinal harus melakoni drama adu penalti atas lawannya.
Jika meruntut ke belakang, upaya Nguling FC dan Lekok United melaju ke babak final, juga tidak mudah.
Sejak babak penyisihan, tim yang banyak dihuni pemain lokal ini harus mendapatkan lawan berat. Beruntung mereka bisa melaju ke babak 8 besar. Nguling FC menjadi juara grup D, sementara Lekok United keluar sebagai runner up grup A.
Stastistik kedua tim selama babak penyisihan cukup berbeda. Nguling FC paling banyak dari segi prodiuktivitas. Selama lima laga, Nguling FC mampu mencetak gol sebanyak 20.
Sementara gawang Ali Mashori CS kebobolan dua kali. Sedangkan Lekok United, membuat tujuh gol dan kebobolan dua kali.
Namun di babak knock out, Lekok United terbilang impresif. Sebab di 8 besar dan semifinal, gawang mereka belum pernah kebobolan saat laga berjalan di waktu normal. Sementara Nguling FC, sudah kebobolan 5 kali, dengan rincian dibobol Bangil FC dua kali dan Gempol FC tiga kali.
Jelas pertemuan kedua tim ini menjadikan final ideal di Piala Bupati Pasuruan Superleague 2025.
Pelatih masing-masing tim juga mendambakan keduanya bertemu di babak final. Meski tidak pernah menduga all east di final. Final antara kedua tim ini pasti dinanti publik masyarakat Kabupaten Pasuruan.
“Kami dan Nguling itu sudah sama-sama saudara. Kami sudah mengenal karakter pemain masing-masing karena sudah sering berlatih,” beber Boy Hagi, pelatih Lekok United.
Ungkapan yang sama diucapkan Slamet Chikung, pelatih Nguling FC. Lolosnya Nguling FC dan Lekok United menjadikan bukti bahwa talenta pemain sepakbola di wilayah Timur Kabupaten Pasuruan, patut diperhitungkan.
“Apapun yang terjadi di turnamen, kedua tim ini sudah melewati turnamen dengan segala rintangannya dan harus sama-sama siap di babak terakhir,” beber Slamet Chikung.
Dua Pihak Sudah Sepakat Tanpa Supporter
PANITIA disiplin (pandis) sudah menjatuhkan sanksi terhadap supporter Nguling FC dan Lekok United.
Kedua kubu supporter dikenai larangan menonton langsung di stadion saat laga final. Kedua tim juga sepakat mentaati regulasi.
Bahkan setelah laga semifinal, kedua manajer tim, sudah melakukan pertemuan dengan panitia pelaksana dan jajaran Pemkab Pasuruan.
Pertemuan itu digelar di Taman Candra Wilwatikta, Sabtu (27/9) malam. Mereka yang hadir adalah Manajer Lekok United Agus Naji dan manajer Nguling FC Rokhman.
Keputusan final tanpa supporter ini diberikan pandis, setelah dilakukan evaluasi. Sebabnya, kedua kubu supporter turun ke lapangan saat timnya berlaga di semifinal.
“Sanksi ini kami jatuhkan agar menjadi pembelajaran ke depan. Keputusan ini mutlak dan sudah disetujui,” beber Sugianto, ketua pandis Piala Bupati Pasuruan Superleague 2025.
Saat pertemuan di TCW, masing-msing manajer yang juga didampingi sejumlah kades selaku koordinator supporter, berjanji untuk tak mengajak pendukung di laga final. Namun kedua kubu bakal menggelar nonton bareng di masing-masing kampong untuk ikut menyaksikan laga kedua tim mereka.
Perjalanan Kedua Tim
Nguling FC
Babak Penyisihan
vs Pandaan FC : 0-0
vs GDW FC : 4-0
vs Pohjhentrek FC : 5-1
vs Kraton FC : 8-1
vs Pasrepan Putra : 3-0 (WO)
Babak 8 Besar
vs Bangil FC : penalti 4-2 (2-2)
Semifinal
vs Gempol FC : penalti 4-1 (3-3)
Lekok United
Babak Penyisihan
vs Digdaya Grati : 0-1
vs Puspo : 3-0 (WO)
vs Rembang United : 1-0
vs Kejayan FC : 1-1
vs Gempol FC : 1-1
Babak 8 Besar
vs Purwosari FC : penalti 5-4 (0-0)
Semifinal
vs Pandaan FC : penalti 4-1 (0-0)
(fun)
Editor : Fandi Armanto